oleh

Protes Kenaikan Harga SEMBAKO di Aru, Bupati Temui Pendemo, Ini Penjelasannya

Dobo, Kepulauan Aru,– Menyikapi tuntutan masa Pendemo Solidaritas Aliansi Pemuda Peduli Ekonomi Masyarakat Aru di depan Kantor Bupati terkait kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako), terutama menjelang Natal dan Tahun Baru, Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga bertemu para Demonstran di ruangan kerjanya dan mengajak mereka berdiskusi, Senin (20/12/2021).

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, SE, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kepulauan Aru Allo Tabella. S.Pi.MSi, Staf Ahli Bupati Pa Madubun dan Kasat Satpol PP Muhamad Yamin Fakaubun.

Setelah membaca sejumlah poin tuntutan masa aksi, Bupati Gonga menjelaskan bahwa, Pemerintah Daerah mempunyai Tim Pengawasan khusus terhadap ketersedian Bahan Pokok maupun harga barang di Kabupaten Kepulauan Aru.

Diakuinya bahwa memang saat ini stok beras agak berkurang, tetapi hal itu disebabkan karena pengambilan beras yang begitu besar untuk para
Penerima bantuan Keluarga Harapan (PKH) di Aru.

Terkait permintaan masa aksi kepada Pemda, DPRD beserta Dinas Badan terkait di Aru untuk segerah memperjuangkan Kapal Penugasan Tol Laut agar melayani Kepulauan Aru, Bupati mengaku itu bukan kewenangan Pemerintah Daerah, melainkan hal tersebut merupakan program dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait.

“Pemda telah menandatangani MOU dengan PT. Temas Line, sehingga Pemda mendapat pemasukan dari PT. Temas Line yakni 1 Kontener Rp. 250.000, sedangkan untuk Reguler tidak mempengaruhi harga sembako,” jelas Gonga.

Sementara dalam penjelasan Kadis Perdagangan dan Perindustrian Allo Tabella mengatakan, terkait pengurangan Kontener untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Aru bukan baru terjadi saat ini atau menjelang Natal dan Tahun Baru, tetapi pengurangan tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

Sebelumnya Kabupaten Kepulauan Aru mendapatkan jata/kuota sebanyak 45 Kontener, namun seiring waktu berjalan terjadi pengurangan hingga 15 Kontener, sehingga saat ini jata atau kuota Kontener untuk Kepulauan Aru hanya tersisa 30 Kontener.

Beliau mengaku memang terdapat beberapa kenaikan harga bahan pokok di Kota Dobo, namun yang paling menonjol adalah Minyak Goreng dan Gula.

Kendati begitu, Allo mengaku kenaikan harga barang tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Kepulauan Aru, melainkan terjadi di beberapa tempat di wilayah Maluku.

Sebelum mengakhiri bincang-bincang dengan Masa Aksi, Wakil Bupati Aru Muin Sogalrey, mengingatkan kepada masa aksi, apa bila ada permsalahan yang terjadi di Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, agar selalu mengedepankan diskusi atau duduk bersama dengan Pemerinta Daerah, apalagi yang menyangkut dengan kepentingan Masyarakat Aru, sehingga bisa mendapatkan solusi terbaik demi kemasalahatan hidup orang Aru yang lebih baik.

Pada pukul 13.30 WIT kegiatan Aksi Unjuk Rasa dan mediasi selesai, masa aksi dengan tertib membubarkan diri, kembali ke kediaman masing-masing dalam keadaan aman.(Nus.M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed