oleh

Puan Maharani dan Ganjar Pranowo adalah kakak beradik dari Trah kandungan warna yang sama dengan Presiden Joko Widodo

Suarapaparisa.com, Publik Indonesia digemparkan dengan polemik Kader PDIP (Jokowi-Ganjar Vs Mega-Puan). Banyak pengamat politik, pakar tata dan berbagai pakar lainnya pun turut ambil bagian dalam polemik tersebut dengan menganalisis sensasi politik di tahun 2024 mendatang. Namun dibalik itu semua, mereka lupa bahwa sejatinya PDIP adalah Partai yang solid dalam ujian dan tantangan; buktinya 10 tahun menjadi oposisi pun tetap kokoh tali silaturahim antar sesama kader Partai. Konteks isi memberi makna bahwa para pengamat dan oposisi telah menyatakan kelemahan konsep budi pekerti sebelum diuji isi kepalanya.

Sangatlah lucu dan bahkan terasa geli, jika melihat para tetangga (kelompok paduan suara karlota), membahas isi rumah orang yang tak mereka ketahui isinya. Sementara pemilik rumah dan anggota keluarganya, hanya terdiam, melirik sambil tersenyum dan sepintas menertawakan kedunguan para tetangga yang terlihat sariawan akibat kekurangan gizi dan vitamin.

Alangkah baiknya jika akal sehat digunakan pada tempatnya, untuk membedakan posisi kehidupan di hotel dan rumah pribadi. Yah, begitulah konsep berpikir yang bijak. Mengapa ? Sebab Hotel merupakan tempat bagi semua orang dengan aturan yang bersifat umum namun rumah pribadi adalah tempat bagi internal keluarga yang dilandasi aturan khusus dengan bimbingan kasih sayang seorang ayah dan ibu. di Hotel kita dilayani dengan baik namun kita harus memberi jaminan pelayanan sebelum dilayani para pelayan, namun beda jika di rumah kita hanya diminta jaga nama baik keluarga dan saling menyayangi antar sesama anggota keluarga sebab sukses dan gagal (suka dan duka), adalah milik bersama. Sangat berbeda kehidupan nya; jika di Hotel sukses dikenal dan gagal malah ditinggalkan. Itulah sejatinya makna dan seni kehidupan yang sering kali terabaikan oleh kemolekan jabatan, harta dan kemewahan sesaat.

“Kasih sayang ibu sepanjang masa”. Seorang ibu tak pernah pilih kasih pada semua anaknya. Sungguh makna kalimat ini, sangat mendalam. Ibu selalu setia mendidik dan membina serta mengarahkan anaknya pada posisi yang sesuai dengan kemampuan dan cita-cita anak tanpa pandang bulu. Sebab itu, seorang ibu akan mempertaruhkan segalanya sekalipun nyawa nya untuk keselamatan semua anak nya. Konsep ini, mengajarkan kita akan arti kehadiran seorang ibu. Jangan pernah ragukan kasih sayang seorang ibu, jangan pernah membalas air susu dengan air tuba. Cerewet adalah watak dasar seorang ibu, sebab itu ambil hikmahnya dan jangan pernah dendam dengannya. Ingatlah, kemolekan dan keindahan diluar rumah hanya sesaat.

Nasionalisme PDIP tetap solid sekalipun diterpa badai. Banteng yang merumput tak selalu menunduk jika saatnya tiba maka ia akan menanduk.

Akhirnya jangan pernah melihat selumbar dimata saudara mu, sementara balok dihadapan mata mu tak terlihat oleh akal budi mu.

Carik ranting kering
ASK✍🏻🇲🇨
Anak Pedalaman Papua

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed