Ambon, SP. Com. (30/04/20). Seperti yang diketahui, Dalam pesan WA yang beredar, Rektor UKIM mengeluarkan peringatan terhadap rapid test 253 warga Waihaong (baru 3 RT) dan hasilnya 18 orang positif virus corona.
Rektor UKIM menghimbau mahasiwa, tenaga kependidikan dan tenaga pendidik dilarang beraktifitas di Kampus. Jika ada keperluan mendesak, tidak menggunakan angkot LIN III sebagai sarana transportasi. Kerja di rumah, belajar di rumah, jaga kesehatan.
Dr Jafet Damamin selaku Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Dalam Klarifikasinya Beliau meminta maaf kepada seluruh Warga Waihaong dan para sopir Angkut LIN III, meski dirasa bahwa klarifikasi tersebut telah di sampaikan (29/04) secara tertulis tetapi menurut beliau dibutuhkan tatap muka secara langsung.
“Dari lubuk hati yang paling dalam beta menyampaikan permintaan Maaf kepada basudara samua yang merasa terganggu terkait dengan pemberitaan tersebut”,” ujar beliau.
Ditambahkan beliau bagi warga kampus untuk tidak menggunakan mobil LIN III, hanya kekhawatiran yang berlebihan.
Menurut dia, pemerintah sudah mengatur bahwa jika masyarakat mau menggunakan angkutan umum, masih bisa dan aman yang penting tetap jaga jarak dan menggunakan masker saat keluar rumah.
“Maka sekali lagi saya menegaskan bahwa itu hanya kekhawatiran semata, saya kembali menghimbau warga kampus kalau datang ke kampus sangat aman untuk menggunakan mobil LIN III”, ungkapnya.
Sebagai bukti bahwa apa yang beta sampaikan tidak sesuai dengan kenyataan dan sesungguhnya Basudara katong di Waihaong baik-baik saja maka beta akan mengatur bersama sehingga beta dan beberapa Pimpinan dari UKIM akan hadir di Waihaong hari ini untuk membeli takjil untuk bisa menikmati bersama pada saat buka puasa.
Di tempat yang sama, Sofyan Saimima perwakilan warga Waihaong mengucapkan terimakasih kepada Rektor UKIM yang sudah mau meminta maaf kepada masyarakat Waihaong.
Menurutnya hari ini Rektor sudah beritikad baik dengan meminta maaf dan sebagai warga Waihaong menerima permintaan maaf dengan nada dan kesan yang sangat tulus.
“Untuk itu kami juga berterima kasih dan kami sampaikan juga kepada warga Waihaong dengan permintaan maaf ini, dan pak Rektor punya inisiatif untuk turun ke Waihaong dan berinteraksi, juga akan berbelanja takjil bersama dan kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” kata Saimima. (**)
Pewarta : SP05
Editor : Admin










Komentar