oleh

Rextrampartical 30% Tawaran Harga Fantastis Minyak Russia untuk Indonesia

Suarapaparisa.com, Stigma sisi tawaran potongan 30% harga minyak Russia untuk Indonesia. Antara harapan dan tantangan, untung dan ruginya. Mari kita lihat :

*a. Positif :*
1. Tawaran Russia adalah hasil hubungan bilateral yang baik. Russia menganggap Indonesia sebagai mitra strategis dan sahabat baik Russia yang perlu dibantu dalam upaya menghadapi krisis energi global yang telah mengguncang perekonomian berbagai negara di belahan dunia.

2. Harga fantastis 30%, sebagai perwujudan dari keberhasilan lobi Presiden Ir. H. Joko Widodo beserta jajaran dalam menjaga stabilitas relasi bilateral antar ke-dua Negara, guna penanggulangan krisis energi dalam upaya pemulihan iklim ekonomi global.

3. Tawaran ini, akan sangat membantu Indonesia dalam upaya menekan laju inflasi dalam negeri dan akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sebab jika kita beli minyak discount 30% dari Russia, akan sangat membantu polemik subsidi BBM yang sangat memberatkan APBN.

4. Dengan tawaran harga minyak yang murah, Russia telah memberi pesan sekaligus dukungan penuh secara tak langsung pada Indonesia untuk menopang pelaksanaan KTT G-20 di Bali dan juga Russia membaca peluang dan telah berhitung matang atas peluang Indonesia dalam tahapan persiapan menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023 mendatang. Russia merasa sangat membutuhkan dukungan dan pengaruh Indonesia sebagai wakil ASEAN dan Presidensi G-20.

*b. Negatif :*
1. Dampak geo-politik dan ekonomi cukup berat, dimana Indonesia dapat dianggap AS telah berpihak pada Russia dan AS dapat meng-Embargo Indonesia. Dalam fase ini, bisa saja AS embargo mata uang Rupiah dalam transaksi global. Selanjutnya jika AS merasa eksport minyak Indonesia sebagai ancaman ekonomi AS, maka bisa saja AS mengeluarkan Indonesia dari (SWIFT), dimana Indonesia tak visa lagi mengirim menggunakan mata uang dolar AS dan berakibat pada keamanan transaksi keuangan Indonesia secara global. Sebab semua transaksi keuangan dunia, dikontrol oleh AS.

2. Eksport minyak murah Russia berakibat renggangnya hubungan bilateral antara Indonesia dan AS serta sekutunya.

3. Pasti ada ketakutan AS dimana transaksi minyak Russia terkonvesrsi ke Rubel bukan Dolar. Maka AS pasti akan memblokade jalur transaksi keuangan. Sebab AS tak mau ada persaingan antara Dolar AS dan Rubel dalam konteks persaingan perdagangan dunia.

4. Jual peran dan pengaruh antar negara adi kuasa dalam merebut simpatik Negara-negara berkembang di belahan dunia.

5. Pihak² tertentu dalan negeri yang tak ingin melihat Pemerintah sukses dalam kepemimpinannya, akan berupaya mengelabui publik dengan statement yang sesat dan menyesatkan juga dengan manuver politik dan lobi LN guna menggagalkan niat bagi Pemerintah dalam upaya mensejahterakan rakyat Indonesia.

*Solusi :*
1. Rezeki telah diatur Sang Ilahi Tuhan Allah. Sebab saat ini, bangsa kita mengalami krisis multi dimensi, secara khusus krisis energi yang berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi Negara. Sebab itu, Mohon kebijakan Pemerintah (Presiden RI), untuk menerima tawaran tersebut dan segera mengimport minyak Russia guna menopang pertumbuhan ekonomi negara dan meminimalisir beban APBN atas subsidi BBM.

2. Untuk mencegah kenaikan BBM, maka mohon segera Pemerintah mengambil kebijakan tegas dengan hitungan matang untuk se-segera mungkin membeli minyak Russia.

3. Tak perlu takut pada embargo AS. Mengapa ???, sebab semua negara blok barat sekutu AS pun mengimport minyak Russia sekalipun harganya maksimal 100% dan terkonversi pembelian menggunakan Rubel (mata uang Russia). Mengapa mereka pasrah, *sebab tujuannya mulia demi Rakyat, Bangsa dan Negara yang di cintai*. Indonesia tak ada masalah apapun dengan AS, dan AS pun tau situasi dan kondisi krisis energi melanda dunia termasuk Indonesia.

4. Mohon di pertimbangan konversi Rubel ke Rupiah sebelum negosiasi proses import minyak, agar ada penguatan nilai tukar Rupiah.

5. Untuk menetralisis peta konflik global, Indonesia melalui Kemlu RI dapat memberikan info pada pihak terkait terutama AS melalui Kedubes, bahwa politik LN Indonesia bebas aktif dan kita import minyak untuk pemulihan ekonomi dalam negeri dan untuk menanggulangi krisis energi internal Indonesia yang berdampak buruk pada perekonomian negara. Mengingat laju Inflasi atas kenaikan BBM tak terhindarkan lagi.

*Cinta Kasih dalam Keberagaman Nusantara*

🌹Witing tresno jalaran suko kulino, witing Mulyo jalaran wani rekoso, kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi, sebab akeh manungsa ngarasakaken Tresna tapi lalai lan ora kenal opo kui hakekate a Tresna.

Salam Merah Putih,
Salam Pancasila,
Salam Hormat

*Andy Sadipun K🙏🏼🇲🇨*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed