Ambon, SP. Com. Kemendikbud menggencarkan program jalur rempah agar tidak melupakan sejarah. Provinsi Maluku dan Maluku Utara masuk dalam jalur rempah. Terkait dengan jalur rempah. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku dan Maluku Utara Rusli Manorek yang dimintai keterangannya oleh Suarapaparissa. Com di Kantornya di Wailela, Jumat (13/11) mengatakan bahwa, Jalur rempah tahun 2020 yang dikembangkan oleh Ditjen Kebudayaan lewat Komite Jalur rempah ada 20 titik di Indonesia, salah satu titik yang merupakan wilayah kerja kami yakni dua titik, titik pertama adalah Pulau Banda (Maluku) dengan jalur rempahnya ‘Pala’ dan titik kedua adalah Ternate (Maluku Utara) dengan jalur rempahnya ‘Cengkeh’.
Lanjutnya, terkait dengan itu, maka jalur rempah adalah jalur budaya, kenapa demikian, kami melihat dari sisi budaya tak benda, dimana terdapat sentuhan-sentuhan sejarah, berawal ketika kedatangan bangsa portugis, bangsa belanda, itu meninggalkan jejaknya tentang budaya itu sendiri dan itu terekam, bahkan terlihat simbol-simbol, baik dalam upacara buka kampung, tarian cakalele, pakaian-pakaiannya yang sudah menunjukkan ada peninggalan-peninggalan, tanda-tanda daripada jalur budaya atau jalur rempah itu sendiri.
“nah itu, kami kembangkan dengan memperkuat komunitasnya dan tindak lanjutnya telah kami dikusikan pelbagai program-program apa yang akan dilakukan, dan dari Ditjen Kebudayaan sudah melakukan program penguatan bagi komunitas dan juga kegiatan-kegiatan yang berhubungan penguatan budaya disana seperti, lokakarya bagi komunitas mereka, mempersiapkan tarian dan seterusnya dan kemudian hal-hal terkait dengan penguatan budaya itu sudah dilakukan, “jelasnya.
Tambahnya, Nah ini yang perlu terus diperkuat sehingga nantinya jalur rempah akan menjadi pusat, sehingga kedepannya menjadi ikon, bahkan dikuatkan untuk pengembangan, jadi termasuk di palanya itu (proses pala dan seterusnya) dan di pala mungkin nantinya bagaimana kualitas pala itu, dilakukan direfitalisasi kembali, bagaimana juga pengelolaannya, bagaimana sistim harga dan seterusnya.
Kedepannya, saya kira, ini akan dilakukan lintas sektoral, jadi ada yang menangani khusus bahkan bagaimana menjadi sentral, bagaimana tranportasi sehingga kami minta perhatian pemerintah provinsi Maluku.
Sebab ini semua hal-hal pembangunan yang harus dilihat, untuk menjadi pusat, Banda sebagai jalur rempah, “tutupnya. (**)










Komentar