oleh

Sejumlah Guru Keluhkan Pelayanan di Puskesmas Siwalima, Kapus Angkat Bicara, Minta Perhatian Pemda

Suarapaparisa.com, Dobo, Kepulauan Aru, Sejumlah guru di Dobo yang antre untuk melakukan Swab Test di Puskesmas Siwalima, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, mengelu tentang pelayanan di Puskesmas setempat yang di rasakan kurang begitu memberikan rasa nyaman bagi mereka, Selasa (30/3/2021).

Salah satu diantara para guru itu yang enggan namanya di korankan, kepada awak media ini melalui pesan WhatsApp, dia mengaku saat itu mereka para guru sangat tersiksa karena tidak ada persiapan tenda di Puskesmas Siwalima, sehingga mereka terpaksa harus berjemur panas di luar untuk menunggu panggilan dilakukannya Swab Test.

Selain itu, data-data yang telah diminta sebelumnya dan sudah di masukan, yang meliputi Nama, NIK, Nomor Hp, pada saat para guru itu datang ke Puskesmas Siwalima, data tersebut kemudian dimintakan kembali oleh petugas Puskesmas, sehingga para guru meresa seperti di persulit.

“Ia Adi, guru-guru ini sangat tersiksa karena tidak ada tenda, baru daftar yg di masukkan untuk Nama, NIK, No Hp, tidak di gunakan tapi bale minta, padahal semua suda ada di daftar,” ujar sumber.

Menyikapi keluhan itu, Kepala Puskesmas Siwalima Hadija Hasim yang di konfirmasi awak media ini meluai telepon WhatsApp, Rabu (31/3/2021), akhirnya angkat bicara.

Hadija menjelaskan bahwa terkait dengan permintaan data ulang, itu dilakukan sebagai verifikasi ulang nama dan NIK sehingga tidak terjadi kesalahan setelah sampelnya keuar. Selain itu, verifikasi ini dilakukan untuk dapat memastikan orang yang ada dalam daftar itu tidak ada yang terlewatkan atau ada yang belum hadir, karena dilakukan secara kolektif.

“Ia ka, jadi memang tim harus verifikasi ulang, soal NIK, Nama No Hp jangan sampe salah, kerena kalu NIK salah pasti saat imput akan tidak terbaca, kemudian jagan sampai yang masuk nanti lain orang, jadi harus di pastikan supaya jangan sampe salah di tabung, sampelnya jangan sampe salah, supaya cocokĀ  dengan VTM yang katong masukan, dong punya kode dan lain-lain harus sama,” jelas Hasim.

Sementara terkait tenda, orang nomor satu Puskesmas Siwalima itu, meminta maaf atas ketidak nyamanan itu, namun dia mengaku itulah kondisi yang terjadi di Puskesmas setempat dengan segala keterbatasan anggaran.

“Terkait kenyamanan soal tempat, mohon maaf, bagaimana ya beta (saya) mau jawab ini juga, ya memang Puskesmas keterbatasannya kaya gini, sampai kalau untuk menyiapkan tenda ya Kaka tau sendiri katong (kita) punya anggaran kaya gimana? Katong (kita) kan di bawa Dinas Kesehatan jadi beta (saya) tidak mungkin menyiapkan tenda untuk menjawab kenyamanan yang di harapkan,” terangnya.

Kendati demikian, Hasim mengaku sebelumnya mereka sudah membeli kursi untuk di tempatkan di ruangan-ruangan yang masih kosong, termasuk di selasar Puskesmas untuk menjadi tempat duduk bagi pasien dan pengunjung yang datang.

Dia mengaku, yang datang hari itu untuk melakukan Swab Test terbilang sangat banyak sehingga tim pun sampai kewalahan karena harus melayani dari pagi sampai sore, sehingga kondisinya jadi seperti itu, namun karena itu merupakan kebutuhan sehingga apapun kondisinya mereka tetap harus melaksanakan Swab Test itu.

Di sisi lain, Hasim mengaku bahwa sebetulnya hari itu masih ada banyak tempat yang kosong di ruangan-ruangan dan Selasar yang bisa di duduki sambil menunggu panggilan dengan menggunakan alat pengeras suara, namun kenyataanya yang terjadi mereka yang datang mengantri di luar sehingga keluhan itu bisa terjadi, dan untuk itu, sekali lagi sebagai pimpinan Hasim meminta maaf.

Terkait hal ini, Hadija Hasim meminta perhatian Pemda Aru melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru, terutama dari sisi penganggaran sehingga hal-hal yang merupakan kebutuhan di Puskesmas Siwalima dapat di penuhi untuk menjawab keluhan-keluhan seperti ini, karena wilayah kerja Puskesmas Siwalima sangat luas dengan pendidik yang sangat padat. (Nus.M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed