Bursel, SP. Com. Pemuda kabupaten buru selatan yang tergabung dalam komunitas baca bopolo melakukan kegiatan seminar youth leadership di pusatkan di aula kantor bupati kabupaten buru selatan, selasa /18/8/2020.
Acara yang di hadiri puluhan pelajar mulai dari tinggkat SMP SMA se kabupaten buru selatan, melibat mahasiswa, OPD, TNI polri stokholder, tokoh agama, tokoh masyarkat, tokoh adat dn insan pers,
Spanduk yang bertuliskan, Selamat datang peserta SEMINAR youth leadership, dengan tema membangun Indonesia dari daerah, dengan mempersiapkan anak muda untuk menjadi pemimpin masa depan.
Selaku pembawa Materi pada acara itu, bupati buru selatan, tagop solisa. Ketua DPRD kab Bursel Muhajir bahta, ketua Pokjar UT kab Bursel, said Sabi. SP. MP. Sekretaris umum KKB, Rahmat souwakil SH. Korda nembus. D.I.Y. ahmad marzuki Toekan. ketua umum KBB. M. Akmal. S soulissa. Ketua panitia. Ikbal mahu. Sekertaris panitia, asri masiri. Kegiatan berlangsung di aula kantor bupati buru selatan.
Bupati buru selatan Dr. Tagop S Solissa dalam paparannya menjelaskan, klau menjadi pemimpin minimal memiliki dasar dalam proses pendidikan atau
Dua penanya dari pelajar SMA dan SMP namrole Nadiel wali, dan Mariani Tomia. bagaimana seorang harus menjadi pemimpin?.
Penjelasan Dr. Tagop. Soulissa. Untuk jadi pemimpin minimal dia harus memenuhi sebuah proses pendidikan. Salah satu contoh, ibu Megawati menempuh pendidikan sampai ke Amerika Karana ibu Mega memiliki aktifitas yang tinggi, sehingga pendidikanya sedikit terputus Sehingga kepemimpinan harus memiliki karakter kita ledersip sudah terbentuk. Melalui media baik media informal, pormal, organisasi, pengalaman dan sebagainya, sehingga kedepannya kita menjadi pemimpin yang sukses.
Tambah orang nomor satu di daerah itu, saya memiliki banyak teman yang sukses dalam karirnya, terutama dari kaum hawa/ wanita, wanita banyak memiliki gender yang luar biasa dalam menghadapi tantangan global bahkan hampir rata-rata wanita menduduki jabatan-jabatan strategis yang mampu mereka mampu bersaing, jabatan-jabatan wanita seperti kepala desa, bahkan di wakasihu rajanya seorang perempuan, ada yang anggota DPRD, DPR, kepala daerah dan jabatan lain sebagainya,”Ungkap gelar doktor itu.
Olehnya sewajarnya, ketika saatnya kaum hawa berperan dalam kontestan politik dan birokrasi dalam membangun relasi karena ke ibuan-ibuan wanita yang melekat di dalamnya fitrah kasih sayang yang timbul dari hati sanubari wanita.

Ketua DPRD Muhajir bahta mengatakan dalam paparannya. Bahwa menjadi pemimpin butuh orang yang jujur dan loyal dalam menghadapi mentalitas, pengalaman saya waktu di tanya soal kepemimpinan yaitu harus memiliki mental yang kuat, jujur, bermartabat dan sebagainya yang melekat pada diri seseorang pemimpin,” ungkap orang nomor 1 di DPRD itu.
Kegiatan yang di hadiri, Dandim 1506 Namlea. OPD Kapolsek namrole, DanKi kompi D 731 Kabaresi. Para siswa SMP, SMA/SMK, panitia KBB, OKP, elemen masyarakat, peserta KBB dan sebagainya, materi yang di bawakan oleh empat orang di aderah ini sangat luar biasa, dan mendapat apresiasi yang tak terkira oleh para peserta.
Generasi penerus bangsa adalah bagai mana dirinya mampu beradap tasi dengan lingkungan sekitarnya dan lolaliatas dalam mengambil keputusan sebagai kepemimpinan baik dirinya sendiri, keluarga dan kelompok. (BNF)










Komentar