Suarapaparisa.com, Ibu Pertiwi merintih …,Suara anak Papua, Statement Tun Dr. Mahatir Mohamad ” Kepulauan Riau adalah bagian dari Malaysia Ras Melayu “, merupakan suatu masukan bijak, sekaligus teguran bagi bangsa Indonesia akan pentingnya *Nilai Kesatuan dan Persatuan bangsa Indonesia dengan landasan sikap Nasionalisme dan Patriotisme* (Sila ke Tiga Pancasila sedang di uji). Statement tersebut merupakan suatu makna dasar yang sarat makna dan sangat mendalam dari refleksi perjalanan kebangsaan Indonesia🇲🇨. Statement tersebut, sontak menimbulkan reaksi anti pati dan penolakan dari seluruh elemen bangsa Indonesia, baik Pemerintah, Parlemen, Tokoh2 Politik, Agama, Budayawan maupun Masyarakat Sipil dengan keras menolak pernyataan tersebut. Lalu muncul Pertanyaan ???? : Siapa dia ??, Tun Dr. M.M ??? Mengapa ia, mengeluarkan statement seperti itu ???, Apa Dasarnya ???, Apa yang salah dati statement Tun Dr. Mahatir Mohamad ???, Mengapa Indonesia yang disasar ???, Apa hanya candaan sensasi publik ??? Ataukah serius politik adu domba untuk memecah belah NKRI ???, Apakah Indonesia sudah siap untuk segala ancaman (ATHG), internal maupun eksternal ???, Sungguh suatu refleksi mendasar bagi bangsa Indonesia saat ini dan di masa depan.
Realita, situasi Politik Tanah air kian memanas, sementara para petinggi bangsa hanya sibuk pencitraan demi takhta kekuasaan yang semu. Politik identitas dan SARA di pertontonkan sebagai bekingan untuk memecah belah keutuhan bangsa, seakan tak ada hentinya memperebutkan gelar, jasa dan nama demi kekuasaan, harta dan takhta. Kita terlalu sibuk pada persatuan internal kelompok kekuasaan, maupun oposisi. Kita terlena untuk melindungi kelompok dan kekuasaan, sehingga lupa kalau persatuan dan kesatuan bangsa lagi di uji.
Jangan salahkan bangsa dan negara lain sebelum kita mengoreksi internal bangsa kita sendiri. Seperti kata *Bung Karno; ” Perjuangan ku lebih mudah karena mengusir Penjajah, tapi Perjuangan mu akan lebih sulit karena melawan Bangsa mu sendiri “.* Mari kita pikirkan bersama cara menutup rapat NKRI agar tak disusupi penyamun saat kita lengah.
Realita simpulan : statement Tun Dr. M.M, apa benar ??? Mari kita lihat : Kebenarannya ialah Malaysia adalah bagian dari Indonesia Rumpun Melayu. Mengapa ? Historikal nya; Kisah Kerajaan Sriwijaya abad ke -13, Majapahit sampai abad ke -14 yang menguasai wilayah Ayutthaya – Thailand pada abad ke – 15 dan kisah Kesultanan Malaka hingga Penduduknya Portugis 1511 M. Malaysia, sempat dikuasai Sriwijaya yang merupakan kerajaan Maritim terbesar dalam sejarah. Penaklukan Malaysia terjadi pada masa kekuasaan pemerintahan *Raja Bala Putra Dewa*, maka tak heran jika *Sriwijaya* disebut sebagai Nusantara masa lalu. Kisah ini, menjadi cerminan bahwa Statement Tun Dr. Mahatir Mohamad adalah keliru dan tak berdasar. Namun tersirat pesan danmakna bijaknya ialah, *Ayo Indonesia Bangkit dan Bergerak Maju Menuju Habitus Baru* dengan semangat Nasionalisme cinta akan Persatuan dalam keberagaman Nusantara.
*Solusi :*
Tak ada pilihan lain, untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa saat ini dan di masa mendatang, maka :
1. Pemerintah (Presiden), wajib mengeluarkan Kepres, Inpres untuk Kemendagri Menambahkan klausal khusus perubahan nomenklatur semua nama Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota dan Distrik bahkan Kampung dengan menambahkan kata *INDONESIA🇲🇨*
Contoh :
*1*. Provinsi Papua Indonesia
2. Provinsi Riau Indonesia
3. Provinsi Sultra Indonesia
4. Provinsi Jateng Indonesia
5. Provinsi DKI Indonesia
6. Provinsi Nusantara Indonesia
7. Dst…
*2*. Penambahan anggaran Militer untuk Alutsista Pertahanan Negara wajib, untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari para penyamun
*3* Kementerian Pendidikan RI, menambahkan kurikulum khusus sejarah bangsa Indonesia ke dalam mata pelajaran
*4*. BPIP bersama MPR RI hendaknya merumuskan program Seminar Sosialisasi Pilar Negara sebagai Podasi bangsa Indonesia dan dilaksanakan di setiap Daerah
Begitupun perubahan penulisan nama Kabupaten dan Kota hingga Distrik dan kampung di Seluruh Indonesia. Tujuannya hanya satu *Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan keabadian bangsa Indonesia*. Berapapun biaya yang dikeluarkan untuk perubahan nomenklatur, tak ada harganya jika dibandingkan nilai keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia*
*Cinta Kasih Menyatukan Segala Perbedaan dan Merah🇲🇨Putihkan Tanah Papua*
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
*Andy Sadipun Komber🙏🏼*
Anak pedalaman Papua
Pencetus Nomenklatur☝🏻










Komentar