oleh

Transisi Ekonomi Dunia, Waspada Resesi Global di Tahun 2023

Suarapaparisa.com, Ambruknya ekonomi berbagai negara di belahan dunia, sangat mempengaruhi kebijakan fiskal dan moneter Indonesia. Penyebabnya ???
1. Pandemic Covid – 19 sejak tahun 2019 – saat ini.
2. Perang diberbagai negara terutama konflik Russia vs Ukraina
3. Kenaikan suku Bunga AS (Bank Central The Fed, menaikan suku bunga ± 0,75% kisaran 1,5% – 1,75%, tertinggi dlm sejarah USA sejak thn 1994). Asumsi hingga akhir tahun akan terjadi kontraksi resesi ekonomi AS dengan perkiraan kenaikan suku bunga mencapai 2,0% – 2,5%, ini sangat gawat bagi perkembangan perekonomian dunia. Russia merubah nilai pembayaran BBM, gas dll dengan Rubel sebagai akibat dari resesi ekonomi yang dialami atas kebijakan NATO untuk memblokir transaksi perdagangan Russia, namun kebijakan tersebut memicu polemik global yang berkepanjangan. Dampak lain ialah perang dagang Amerika dan China untuk perebutan wilayah jajahan ekonomi baru.

Perkiraan banyaknya negara akan bangkrut mengikuti jejak Sri Lanka dgn total utang ± 735 T, Argentina total utang ± 1500 T, Zimbabwe ± 60n T, Spanyol ± 170an T dsb.

*Dampaknya sangat luar biasa atl :* Runtuhnya Pasar SAHAM, Lembaga keuangan Bangkrut, tak ada lagi subsidi / jaminan negara atas rakyat, pelaku usaha bangkrur dan tutup sebab daya beli masyarakat lenyap, korupsi pejabat negara meningkat untuk mencari aman dan selamatkan diri dari masalah ekonomi, pasokan pangan dan energi akan hilang sebab terjadi infalsi ekonomi negara, angka kemiskinan meningkat tajam, pengangguran bertebaran tak terkontrol, kesulitan eksport – import sehingga devisa negara menurut drastis, pengusaha besar menguasai pasar negara dan akan terjadi kudeta Pemerintahan, Fenomena tangisan kelaparan dimana-mana, peperangan dan pembunuhan antar sesama rakyat dalam negara.

Apakah Indonesia tergolong *AMAN ???* ataukah termasuk di dalam daftar Negara *Potensi Bangkrut ???* Mari kita lihat :
1. Asumsi utang Indonesia Maret 2021± Rp. 415.482 T – Maret 2022 Rp. 411.517 T. Jumlah utang turun mencapai + 4,2 Miliar Dolar AS, jika dibandingkan kuartal sebelumnya atau turun ± 1,2%. (Utang berbagai sektor baik Pemerintah maupun Swasta). Utang Indonesia turun akibat SUN yang sudah jatuh tempo, baik skala domestik maupun valas, juga pelunasan pinjaman yang jatuh tempo pada Jan – Maret 2022. Hal ini menunjukan utang luar negeri (ULN) Indonesia masih sehat dan terkendali. Dilihat dari rasio ULN terhadap PDB pada kisaran ±Rp. 6.102 T atau ±32,70%, disisi lain ULN Indonesia berjangka panjang ± 87,70% dari total ULN. Sebab itu, kemampuan membayar atas nilai pendapatan negara dari berbagai sektor dapat tercover dengan baik. Lalu utangnya dipakai untuk apa ya??? :
1. Untuk pembangunan infrastruktur fasilitas umum
2. Bantuan sosial
3. Subsidi berbagai sektor dan
4. Pembayaran gaji PNS

Melihat buruknya situasi perkembangan perekonomian dunia dan dampaknya bagi Indonesia maka ada beberapa ” SOLUSI ” mendasar yang kiranya menjadi masukan untuk dapat dipertimbangkan oleh Pemerintah atl :
1. Sisi belanja harus bijak dan baik, (Kemendagri harus tingkatkan pengawasan dan penggunaan anggaran daerah agar terjadi keseimbangan laju putaran ekonomi kerakyatan di berbagai Daerah)
2. Pembangunan Infrastruktur yang baik, terencana dan bernilai investasi ekonomis untuk membuka pundi pendapatan negara baik dari sektor pajak maupun non pajak.
3. SDM berkualitas dan berdaya saing dalam rangka menunjang prospek bisnis dari berbagai segi dalam mengelola hasil SDA maka kita akan menjadi bangsa besar dalam ekonomi global
4. Buka pasar investasi dlam negeri dan jaga stabilitas pertahanan keamanan sebagai kunci utama untuk menunjang iklim investasi dalam negeri
5. Persatuan dan kesatuan konsep kebangsaan

Berbagai faktor di atas akan menunjang pertumbuhan ekonomi negara dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. 💥

*Andy S Komber*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed