Ambon, SP. Com. Kegiatan KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian pada Masyarakat) Universitas Kristen Indonesia Maluku pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021 dilakukan dengan tema “UKIM Mengabdi di Tengah Pandemi Covid-19”.
Kegiatan ini bertujuan membentuk sarjana yang dapat memecahkan permasalahan masyarakat; mendekatkan lembaga pendidikan tinggi pada masyarakat; membantu pemerintah mempercepat laju pembangunan; mendukung dan memperkuat program penanggulangandan pencegahan Covid-19; mengimplementasi KKN di masa Pandemic Covid-19; serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan pencegahan Covid-19 melalui kegiatan mahasiswa.

Pelaksanaan KKN-PPM semester ini berorientasi pada lokasi tempat tinggal mahasiswa di beberapa kabupaten kota, yang berlangsung selama enam minggu, yaitu sejak tanggal 24 September sampai dengan 5 November 2020.
Salah satu lokasi pelaksanaan KKN-PPM Angkatan ke-50 adalah Negeri Rutong dan Leahari di Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon yang dilakukan Kelompok 14 dengan instruktur Olyvia Ririmasse.
Berdasarkan hasil analisis situasi, maka persoalan di kedua negeri tersebut, antara lain : kurangnya kesadaran masyarakat mengikuti anjuran pemerintah sesuai protokoler kesehatan, pemerintah negeri tidak tegas menindak warga yang tidak disiplin serta belum melibatkan tenaga medis setempat untuk mengedukasi warga terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Terkait persoalan ini maka kegiatan KKN-PPM Kelompok 14 antara lain : Sosialisasi tentang upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya Covid-19 dengan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Rawat Inap Hutumuri serta Kegiatan Sehari Sehat bersama anak-anak di Negeri Leahari.
Kegiatan sosialisasi melibatkan Dokter Bonny Pattipawae Kepala Puskesmas Rawat Inap Hutumuri sebagai narasumber. Dalam materinya Bonny menjelaskan tentang perkembangan kasus Covid-19 di Maluku dan Kota Ambon, virus dan penyebarannya serta upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya Covid-19 sesuai protokoler kesehatan.

Bonny mengharapkan partisipasi masyarakat sebagai agen mengkomunikasikan bahaya virus ini kepada lingkungan terdekat dalam rangka memutus mata rantai persebaran Covid-19 di Kota Ambon.
Dalam kegiatan ini juga dibagikan masker dan brosur kepada peserta sosialisasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap kuesionerdengan sampel 20 orang peserta sosialisasi, dapat diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang virus Covid-19 dan upaya pencegahan sesuai protokol kesehatan.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya Covid, Kelompok 14 juga melakukan Kegiatan Sehari Sehat di Negeri Leahari. Anggota kelompok yang sebagian besar dari Fakultas Kesehatan UKIM memberikan edukasi kepada anak-anak dengan pendekatan yang praktis dan mudah dipahami. Seperti penjelasan tentang virus, gejalanya dan cara pencegahan sesuai protokol kesehatan, cara memakai masker yang benar serta cara mencuci tangan yang benar.

Selain itu, kelompok KKN-PPM juga menjelaskan tentang Perilaku hidup bersih dan sehat yang semestinya menjadi pola hidup sejak dini. Kegiatan ini diakhiri dengan senam sehat bersama anak-anak di Negeri Leahari.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini menurut Olyvia, bukan hanya sekedar meningkatkan pemahaman masyarakat tentang virus yang ditakutkan saat ini, namun sebaiknya dijadikan entry point bagi pemerintah negeri dan para medis melalui Puskesmas Rawat Inap Hutumuri untuk mengagas kegiatan bersama di kedua negeri secara berkesinambungan. Misalnya mengaktifkan kembali pos jaga, mewajibkan penyediaan tempat cuci tangan pada ruang-ruang publik serta mengkonsolidasi masyarakat sebagai agen menyuarakan 3M kepada lingkungan terdekat sebagai upaya penanggulangan bahaya covid-19. (Tim)










Komentar