SP.COM, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama umat Buddha merayakan Tahun Baru Imlek 2577/2026, di Wihara Gunung Nona, Kelurahan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (17/2/2026).

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku Tjoa Tini Pinantoan, menyampaikan bahwa Imlek ini sebenarnya adalah Tahun Baru buat semua orang Tionghoa yang memang sudah di rayakan ribuan tahun.
“Jadi perayaan musim semi itu mulai dari tanggal 1 bulan 1 itu adalah titik di mana mulainya musim semi,” jelasnya.
Musim semi ini, lanjut Tini, menggambarkan harapan-harapan baru setelah melewati masa-masa sulit.
“Di musim semi inilah ada harapan-harapan baru. Kalau untuk harapan-harapan baru itu tentunya kita memaknai dengan banyak berbuat Kebajikan. Salah satunya itu kemarin kita sudah lakukan pelepasan satwa ke laut,” sebutnya.
Kemudian juga aksi bersih-bersih lingkungan, aksi tanam pohon sebagai wujud kepedulian dan cinta kasih kepada semesta maupun kepada semua manusia.
“Untuk hari ini kita akan berbagi kasih dengan anak-anak yatim yang dilihat hari ini, sehingga bisa bermakna hari ini.
Sementara itu dalam sambutannya, Wali Kota menekankan, bahwa keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Ambon, bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.
Keberadaan Ambon sebagai kota yang majemuk harus dijadikan sebagai modal utama, dan pondasi yang kokoh untuk membangun kota yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera bagi seluruh warganya.
Ia menjelaskan bahwa konsep “Ambon untuk Semua”, yang dijalankan Pemkot Ambon mengedepankan prinsip keadilan dalam setiap kebijakan publik.
Setiap langkah yang diambil selalu memperhatikan kepentingan seluruh warga tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan.
Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman terus kita wujudkan, dalam setiap momentum penting, baik dalam perayaan hari besar keagamaan nasional maupun kegiatan budaya tahunan.
Menurutnya, Pemkot Ambon telah memberikan fasilitas penuh untuk berbagai acara seperti Festival Santa Claus, Festival Jalan Salib, dan kini Festival Imlek, dan Festival Ramadhan akan digelar dalam waktu dekat ini.
Melalui fasilitasi kegiatan keagamaan dan budaya ini, diharapkan kehidupan bermasyarakat semakin terjalin dalam rasa persaudaraan yang kuat, di mana setiap individu dan kelompok saling menghargai dan bekerja sama. Hanya dengan semangat ini Ambon dapat berkembang menyamai kota-kota lain di Indonesia. (*










Komentar