Suarapaparisa.com, Ketua DPRD Provinsi Maluku yang juga dari Fraksi PDI Perjuangan mengungkapkan, beredarnya video Gubernur Maluku yang se-olah-olah sedang memarahi ibu-ibu, dimana video itu sudah diteliti sebelumnya, bahkan dengan fakta video tersebut sudah di dalami, dengan detail dan yang diketahui, peristiwa tersebut, terjadi pada tahun 2019 saat kunjungan Presiden dalam rangka mengunjungi lokasi-lokasi dampak gempa,”kata Ketua DPRD Maluku, Drs. Wattimury, M.Si saat ditemui diruang kerjanya. Jumat, 7 Mei 2021.
Menurutnya peristiwa itu terjadi, seperti yang dikutip dan diungggah dimana dalam video tersebut ternyata ada salah satu Paspampres, melarang mobil Gubernur, agar jangan mendekat ke mobil Presiden. Sementara Gubernur Maluku harus mendampingi Presiden karena Bapak Gubernur sebagai tuan rumah harus mendampingi, sementara di video Gubernur sedang marah-marah ibu-ibu, di Kota Ambon, saat itu kejadiannya tepat di desa Passo, “ungkapnya.
Sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku, dirinya mengecam keras, karena semua yang diviralkan divideo itu tidak benar. Dirinya merasa heran, video pada tahun 2019, tiba-tiba bisa beredar hangat saat ini, karenanya menurut Wattimury, hal ini sudah masuk dalam ranah politik, sehingga orang lain memanfatkan momen video tersebut.
Wattimury mengharapkan kepada masyarakat dapat memahami maksud beredarnya video tersebut, dengan apa manfaatnya, apa motifnya dan apa tujuannya. Kita sama-sama berada dalam kondisi orang basudara, kita sedang menjalankan ibadah Puasa, di bulan suci Ramadhan, harus kita saling membantu guna menciptakan rasa aman, nyaman serta tetap menjaga silaturahmi dan kerukunan dengan baik,” tutup Wattimury. (L2B)










Komentar