Suarapaparisa.com, SMA Negeri 22 Malteng, sudah 90 persen para gurunya yang mengikuti vaksin. Namun para siswa yang sudah divaksin sekitar 40 persen dari jumlah siswa sebanyak 400 lebih.
Demikian disampaikan Kepala SMA Negeri 22 Malteng desa Tulehu, Hamaya Tawainela, S.Pd, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat 15 Oktober 2021.
Dijelaskan, sesuai dengan peraturan dari Dikbud, semua guru harus divaksin, karenanya sebagian besar para guru SMAN 22 Malteng, sudah divaksin dan sudah masuk sekitar 90 persen. Memang ada guru yang tidak bisa divaksin, karena memiliki penyakit bawaan, sehingga oleh dokter dinyatakan belum boleh divaksin, “ungkapnya.
Sedangkan untuk siswa, yang sudah divaksin dalam presentasinya baru 40 persen, dari 400 siswa yang ada di-SMAN 22 Malteng, padahal sesuai aturan, siswa minimal 80 persen sudah divaksin, maka sekolah tersebut dapat melakukan PBM tatap muka terbatas.
Menurutnya kendala yang dihadapi sekolah terhadap siswa yang harus divaksin, yakni kebanyakan orang tua tidak mengijinkan anaknya untuk divaksin, karenanya pihak sekolah melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa, agar mereka dapat memahami bahwa anaknya harus divaksin, karena jika tidak divaksin siswa tersebut tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas dan siswa yang belum divaksin mengiktui pembelajaran secara daring,”ungkap Hamaya.
Disisi lain pihak sekolah, mendapat bantuan, pembangunan 7 ruang baru, atas bantuan pemerintah melalui Dinas Dikbud. Ruang baru tersebut yakni, ruang laboratorium fisika, Kimia, ruang Kepsek, ruang Guru, ruang pegawai, ruang UKS serta ruang Toilet siswa, ditambah 6 ruang kelas secara rehab, 1 ruang laboratorium, selaku Kepala sekolah, dan para guru serta seluruh siswa SMAN 22 Malteng menyampaikan banyak terima kasih kepada, Kemendikbud melalui Dinas Dikbud Provinsi Maluku,yang sudah peduli terhadap sekolah ini, dengan harapan kedepan kami akan terus meningkatkan pembelajaran dalam mendidik para siswa agar lebih baik dan berkualitas,” tutup Hamaya. (L2B)










Komentar