Ambon, Suarapaparisa.com – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Ketahanan Pangan, menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Idul Fitri 1445 Hijriah, di Lapangan Merdeka, Senin, 1 April 2024.
Gerakan pangan murah tersebut melibatkan 8 distributor dan menjual beras Rp. 57.000 per lima kilogram, telur Rp. 50.000 per rak, gula pasir Rp. 10.000 per kilogram, bawang merah Rp. 25.000 per kilogram dan bawang putih Rp. 30.000 per kilogram.
Plh. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Suryadi Sabirin mengatakan, pasar murah jelang lebaran adalah strategi yang umum dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga yang biasanya terjadi. Sebab, kegiatan ini dapat membantu menetralisir dampak harga yang lebih tinggi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli barang dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pasar murah karena 10 hari lagi lebaran, mengantisipasi gejolak harga-harga dan menetralisir ada yang cukup mahal,” katanya.
Sabirin menilai, pernyataannya diatas mengindikasikan bahwa kebutuhan pangan diakses dengan cukup terjangkau oleh masyarakat, yang bisa menjadi pertanda baik bagi keadaan ekonomi mereka. Meski begitu, yang perlu dicatat adalah keadaan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh harga kebutuhan pokok saja melainkan ada faktor lain seperti pendapatan, lapangan kerja dan stabilitas ekonomi juga perlu dipertimbangkan dalam mengevaluasi keadaan ekonomi masyarakat.
“Jadi tidak ada bermasalah dengan ekonomi mereka karena ada kebutuhan pangan yang cukup terjangkau,” nilainya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan pangan, Faradila Attamimi menerangkan, pasar murah saat ini tidak hanya dilakukan di Kota Ambon saja, tetapi kemungkinan akan diperluas ke seluruh kabupaten/kota, untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dengan memastikan akses yang lebih merata terhadap barang-barang dengan harga terjangkau.
“Ini masih disini saja kita lakukan, tetapi setelah ini mungkin serempak seluruh kabupaten/kota,” terangnya.
Dia berharap, pasar murah bisa menjadi langkah yang membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga yang biasanya terjadi jelang lebaran, juga dapat membantu menstabilkan atau bahkan menurunkan tingkat inflasi, yang pada gilirannya dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Harapannya, semoga masyarakat terbantu karena kalau hari-hari besar beginikan harganya akan naik, itu menciptakan inflasi. Nah, kita berusaha untuk menurunkan inflasi di waktu-waktu seperti ini,” harapnya.(E.82)










Komentar