oleh

BTKLPP Ambon Gelar Kegiatan Penguatan, Serveilans Berbasis Laboratorium

Suarapaparisa.com, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) menggelar kegiatan Penguatan, Serveilans Berbasis Laboratorium Dalam Upaya Kesiapsiagaan, dan Penanggulangan KLB/Wabah diwilayah,layanan BTKLPP Ambon, berlangsung di-Golden Palace Hotel,Kamis 27 Oktober 2022.

Kadis Kesehatan dr.Zulkarnaen.M.S.Sp,JPK, FIHA, diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan, Dr. Drh, Faradilla,Attamimi.MTAPSc.  saat membuka kegiatan penguatan Serveilans tersebut mengatakan,  Serveilans adalah kegiatan pengamatan yang sistimatis, yang terus menerus, terhadap data dan informasi, tentang kejadian penyakit, atau masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit, atau masalah kesehatan untuk memperoleh, serta memberikan informasi, guna mengarahkan tindakan pengendalian penanggulangan secara efektif dan efisien.

Penyelenggaraan Serveilans ini dilakukan melalui pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan desiminasi sebagai satu kesatuan, yang tidak terpisahkan, guna menghasilkan informasi yang objektif terukur, dapat dibandingkan dengan antar waktu, antar wilayah, dan antar kelompok masyarakat sebagai bahan pengambilan keputusan, nantinya.

Salah satu Serveilans yang berperan penting dalam penanggulangan, terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah, yakni Serveilans berbasis laboratorium, dimana dapat digunakan dan memonitor, penyakit infeksi sehingga memungkinkan, terjadinya deteksi KLB wabah penyakit dengan segera dan lengkap.

Dengan adanya Serveilans berbasis laboratorium, upaya yang dilakukan, dalam pengendalian dan penanggulangan KLB, wabah penyakit yang terjadi, distu wilayah bias lebih optimal, afektif dan efisien. Tugas BTKLPP salah satu fungsinya penyelenggaraan, Serveilans berbasisi laboratorium.   

Dalam mendukung fugsi tersebut, masa penguatan Serveilans menjadi hal yang harus dilakukan, sebagai upaya profesionalisme, menghadapi sutuasi KLB wabah, diwilayah layanan yang meliputi provinsi Maluku,Papua dan Papua Barat.

Kami mengharapkan kegiatan ini, kita sebagai stackeholder, kesehatan yang ada diprovinsi Maluku mampu berkolaborasi dan berkontribusi secara professional, dalam mengatisipasi, dan menghadapi,KLB wabah,” tutup dr.Zulkarnaen. (Izk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed