oleh

Kanwil Kemenag Menggelar Workshop Guru Agama Kristen

Suarapaparisa.com, Sekolah merupakan rumah kedua bagi guru,dan peserta didik, jika sekolah ibarat rumah, maka kelas berperan sebagai kamar, dan kelas perannya sangat penting, dalam kelancaran proses pembelajaran,karena salah satu kesuksesan peserta didik di sekolah, bagaimana guru memperhatikan peserta didik didalam kelas. Demikian disampaikan Kakanwil Kemenag Maluku Jamalidin Bugis, S.Ag, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku, Yasir Rumadauw, S.Ag saat membuka Workshop Pendidikan Agama Kristen berlangsung di Golden Palace Hotel, Selasa 27 April 2021.

Kakanwil Kemenag Maluku Jamalidin Bugis, S.Ag, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku, Yasir Rumadauw, S.Ag saat membuka Workshop Pendidikan Agama Kristen berlangsung di Golden Palace Hotel, Selasa 27 April 2021.

Dikatakan, jika guru PAK menemui kendala, yang berpengaruh pada peserta didik dan berlangsung terus menerus, guru harus segera menemukan problem solvingnya dan cara untuk menemukan solving atau kemampuan peserta didik dan untuk menyelesaikan permasalahannya, dengan segala kesulitannya, yakni dengan melakukan penilitian tindakan kelas. Namun dengan merebahnya covid 19, penyebarannya melalui interaksi sosial sehingga otoritas pendidikan mengambil kebijakan, belajar dari rumah yang hingga kini belum dicabut kegiatan tersebut.

Sebagai guru tanggung jawab ini memang berat, namun jika peserta didik terus mengembangkan diri, dengan perkembangan zaman, menguasai teknologi serta mampu melaksanakan tugas pokok, maka semuanya terasa ringan, apalagi sebagai pembimbing kehidupan keagamaan, selalu siap menopangnya dengan pertolongan Tuhan yang Maha pengasih dan penyayang pasti melaksanakan tanggung jawab sebagai laboratorium kerukunan umat beragama dan menjadi-tempat bagi daerah lain dan juga Negara lain.

Sementara itu Ketua panitia, Maryanto A. Westplat M.Pd.K melaporkan tujuan Workshop guna, meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru agama Kristen untuk masa depan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya, serta mampu menyusun, menjabarkan dan mengaplikasikan berbagai metode dan teknik bagi meningkatan kompetensi guru PAK dimasa covid 19, ini.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 orang terdiri dari guru PAK tingkat dasar 42 orang, guru PAK tingkat menengah, 6 orang dan guru agama SMTK Ambon, 2 orang, dengan anggaran bersimber dari DIPA Ditjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag Maluku. (L2B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed