oleh

Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Menggelar Dialog Internal Lembaga Kristen Kota Ambon.

SUARAPAPARISA.COM, Kerukunan Umat Beragama tidak statis,melainkan merupakan, kondisi yang dinamis, mengikuti gerak dinamika  dinamika umat beragama yang berkembang, kondisi dan tingkat kerukunan, berjalan fluktuatif, dipengaruhi banyak faktor,bukan hanya keagamaan tapi juga non keagamaan, yang juga kerukunan kehidupan  umat beragama,seperti politik ekonomi dan sosial budaya. Demikian sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, M.Yamin.S.Ag.M.PdI,saat membuka Kegiatan Dialog Internal Lembaga Kristen, di-Kota Ambon, yang berlangsung di-Elisabeth Hotel, 15 Mei 2023.

Dikatakan berbagai tantangan yang muncul, dari perkembangan keberagaman, di-Indonesia antara lain, cara pandang, sikap dan praktek beragama yang berlebihan,(Ekstrim), yang mengesampingkan, martabat kemanusiaan. Menyadari, rawannya hubungan dikalangan umat beragama di-Indonesia, pemerintah terus menerus, berupaya menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama. Agar setiap penduduk, dajam mejaksanakan ajaran agamanya,dapat berlangsung dengan rukun lancar, segingga ditetapkan program, prioritas Kementeria Agama, salah satunya memperkuat Moderasi beragama, bahkan Menteri Agama mencanangkan tahun 2023 sebagai tahun Kerukunan,untuk itu seluruh kegiatan Implementasi Penguatan Moderasi Beragama,telah dilakukan diseluruh Provinsi Maluku,seperti dialog pimpinan Gereja, tokoh agama Kristen,Implementasi bagi pemuda gereja,keluarga Kristen, guru agama, para pimpian gereja,serta tenaga penyuluh PNS dan Non PNS. Dengan begitu sebagai Kakanwil Kemenag Maluku, sangat mengapresiasi, pelaksanaan kegiatan ini, dan bagi tokoh agama, yang sangat memahami, peta wilayah masing-masing, sekaligus sebagai Dektetor, guna menangkal pemahaman keagamaan Radikal, tutup Kakanwil Kemenag. Turut hadir dalam kegiatan Dialog Internal lembaga Kristen, Direktur Urusan Agama Kristen,Dirjen Bimas Kristen,Kementerian Agama RI, Pdt.Dr.Amsal Yoel.SE. M.Pd.K, saat di-wawancarai,menyebutkan, jika berbicara tentang kerukunan ada 3 hal, yakni kerukunan Internal, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Dikatakan secara internal, Dialog Kristen ini, perlu dilakukan karena berhubungan langsung, dengan semua pimpinan lembaga, baik itu Arasj gereja, dan ketika dialog ini terjadi, umat yang ada dengan kerukunan yang sudah dibangun selama ini, ungkapnya.

Mengawali Kegiatan Dialog Internal Kristen, ketua panitia, Nansij Latuheru.S.Sos, M.Si, melaporkan, tujuan kegiatan, Dialog Internal Lembaga Kristen, guna menanamkan motivasi bagi, Lembaga Gereja dan Pimpinan Organisasi Gereja, maupun pemuda Gereja, untuk berpartisipasi aktif, dalam meningkatkan kerukunan, baik intern maupun eksteren, antar umat dan lembaga Gereja, yang dapat mewujudkan hamonisasi,Bangsa dan Negara berbasis Pluralisme.  

Peserta yang mengikuti kegiatan Dialog Internal Kristen, sebanyak 47 orang, yang didalamnya unsure pimpinan Gereja,Pemuda Gereja, yang berdomisili dikota Ambon. Biaya Kegiatan ini berasal dari DIPA, Ditjen Bimbingan Masyarakat Kristen,Kanwil Kemenag Provinsi Maluku tahun 2023. (Izk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed