Ambon, SP. Com. Mahasiswa bersama masyarakat, Adat kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menggelar aksi Demo Damai, berlangsung didepan Kantor Gubernur Maluku. Dalam aksi demo damai tersebut, mereka ingin bertemu dengan Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail guna menyampaikan surat pernyataan sikap, yang diantaranya berbunyi, masyarakat adat kabupaten MBD, provinsi Maluku yang tergabung dalam, 15 paguyuban, berdasarkan kecamatan dikabupaten MBD, dengan ini menyatakan menolak, keseluruhan proses penyusunan Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) kegiatan lapangan gas abadi beserta fasilitas pendukungnya di wilayah kerja Blok Masela Kabupaten MBD Provinsi Maluku.
Pantaun Suarapaparisa. Com dilapangan sesuai informasi dari pihak kantor Gubernur, Bapak Gubernur Drs.Murad Ismail bersama Sekda sedang mengikuti rapat Forkopimda bersama Pangdam dan Kapolda di Aula Kodam XVI Pattimura.

Para pendemo, terus berorasi selama 5 jam lebih dengan menginginkan jika Bapak Gubernur tidak bisa meninggalkan rapat, pendemo berharap bisa ketemu dengan Sekda, namun Sekdapun tidak bisa meninggalkan ruang rapat, karena kesal tidak bisa bertemu, pendemo berusaha menerobos pagar kantor Gubernur, namun Satpol PP dan pihak Kepolisian dengan sigap, dapat menghalau mereka, sehingga tidak dapat menerobos masuk, melewati pagar pembatas.
Setelah melewati 5 jam lebih, mereka pun beristirahat, tiba-tiba ada instruksi dari dalam kantor Gubernur untuk 5 keterwakilan dari pendemo, disilahkan masuk, dipimpin koordinator lapangan 1, Beny Richard Jermias dan Korlap 2, Joan Ria Karuna, mereka melewati pagar yang sudah rusak bersama dengan beberapa wartawan.

5 keterwakilan dari pendemo ditambah dengan 5 wartawan dipertemukan dengan Kepala Dinas Bappedalda Provinsi Maluku Roy.C.Siauta dan Kabid Konflik Sam.Sialana. Dalam pertemuan berbagai hal telah disampaikan korlap 1, Beny Richard Jermias, terkait dengan pembangunan Blok Masela dan keseluruhan telah dijawab, dan diluruskan, baik oleh Roy.C.Siatau mau pun Sam Sialana, sebagai panjang tangan dari Bapak Gubernur Maluku Drs.Murad Ismail.
Akhir pembicaraan disepakati, bersama sesuai kesempatan dan keinginan Sekda Maluku Kasrul Selang untuk bertemu dijadwalkan pada hari Jumat 25 September 2020 jam 09.00 Wit sekaligus penyerahan surat pernyataan sikap tanpa berdialog. (LY)







Komentar