Suarapaparisa.com, Cuitan’ Tweet Natalius Pigai : ” Sebagai orang Katolik saya mengecam Presiden Jokowi datang saat Perayaan Ekaristi Maha Kudus di Altar Kudus”, – ” bagaimanapun Jokowi Orang Islam, tidak elok masuk Gereja saat Misa kecuali jika di halaman Gereja, anda bukan Tuhan Allah. Ini rumah Tuhan yang Kudus”.
Cuitan Natalius Pigai, menodai toleransi dalam keberagaman dan sekaligus menggambarkan kepribadiannya. sepertinya ada gonjangan kejiwaan stadium akut ( gangguan luka bathin mendalam pada pemerintah ). Cuitan Si N.P, telah mengotori toleransi beragama. Natalius Pigai, bagaikan partikel kotor dalam Gereja Katholik yang Satu, Kudus dan Apostolik.
Natalius Pigai tak paham arti dan dasar ajaran keKhatolikan = Universal / Umum. Natalius hanya Katholik KTP. N.P, terkesan jarang masuk Gereja sehingga tak paham tata perayaan Liturgia dan simbol serta lambang Liturgi dalam Gereja Katholik. Mengapa ??? Jika N.P benar beragama Katholik ???, maka ia pasti bisa membedakan pakaian yang dikenakan Bapa Uskup / Pastor Saat Misa dan setelah Misa, dan jika ia benar Katholik, ???, maka ia tahu bahwa PINTU Gereja Katholik terbuka untuk umum. Natalius lupa kalau gereja adalah rumah doa, bukan tempat berpolitik. Natalius bukan pemimpin Gereja Katholik, ia hanya umat Katholik yang berlagak sok suci namun terkesan benalu dalam Gereja Katholik.
Kunjungan Presiden Ir. H. Joko Widodo ke Gereja Kathedral Bogor, menunjukan sikap kenegarawanan pemimpin negara dalam keberagaman Nusantara. Umat Katholik di seluruh Nusantara sangat bangga atas kunjungan Presiden di Katedral Bogor, ” telah mewakili umat Katholik se Indonesia bahkan dunia “. Sikap toleransi Presiden Ir. H. Joko Widodo yang menunggu Misa hingga usai an memberikan ucapan selamat pada seluruh umat Kristiani, sangat… Sangat…, membanggakan umat Katholik di seluruh Indonesia dan bahkan dunia internasional.
Heiii … Bung Natalius; Jika hasrat kekuasaan politik mu tak terakomodir oleh pemerinta, jangan gunakan politik identitas Agama Katholik untuk nafsu birahi politik mu. Jika anda haus kekuasaan mekanismenya melalui jalur politik,ππ» bukan religi keagamaan. Jika tak bisa membanggakan agama dan umat Katholik, sekiranya jangan pula mempermalukan agama demi hasrat pribadi mu. Saran kami pemuda Papua GPPN, bung harus rutin kunjungi Psikiater untuk memulihkan saraf yang masih terjepit akibat rabun jauh pada tingkat eskalasi gangguan hayalan pada kekuasaan dan jabatan yang semu.
Akhirnya; terimakasih bapa Presiden Ir. H. Joko Widodo, atas ucapan Natal. Kiranya Kasih, Sukacita dan Damai Natal Menyertai kita sekalian. Amin ππΌππΌπ€²π»π€²π»π§π½ββοΈπ§π½ββοΈπ§π½ββοΈ
π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨
*Vivere Militare Est*
Andy S Komber ππΌ










Komentar