Dobo, Kepulauan Aru,- Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1443/H Tahun 2022, Umat Muslim di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan Sholat Berjama’ah di Mazjid Anggung Nurul Haq, Jl. Kapitan Malongi, Kelurahan Galay Dubu, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Minggu (10/07/2022), pada Pkl. 07.00 WIT.
Hadir dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha, Wakil Bupati Aru Muin Sugalrey, Sekda Mohamad Djumpa, Kepala Pengadilan Negeri Klas II Dobo Agung Sulistiono, SH, Wakil Ketua I DPRD Lanurdin Senen Djabumir, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Inf. Doddy Masaoy, Danramil 1503-04/Jerol, Letda Inf Loukaki dan Umat Muslim Kota Dobo kurang lebih 400 Orang.
Sholat Berjama’ah dipimpin oleh Ustad Marwan Mardana, S.Mn.M.Si, sementara Khotba Idul Adha dibawahkan oleh Ustad Itriadi Fatukaloba, S. Pd.I dan Mouazin oleh Ustad Hi. Kasim
Ustad Itriadi Fatukaloba melalui Khotbanya, mengajak Umat Muslim di Aru untuk senantiasa memuji seraya bersyukur kepada Allah SWT, karena tiada hentinya Dia melimpahkan rahmat dan karunia kepada umat manusia, termasuk Umat Muslim yang hadir dalam Sholat Idul Adha di Mazjid Angung Nurul Haq Dobo.
“Imam Ibnu Katsir rohimahullah menjelaskan QS. Al Maidah ayat 27 – 30 dalam tafsirnya, memberikan informasi kepada kita bahwa ada tiga bentuk pengurbanan yang dilakukan oleh kedua Putra Nabi Adam, yaitu Kurban perasaan, Kurban harta dan Kurban nyawa,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa nikmat dan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT, berupa kesehatan, kebahagiaan dan semua harta benda yang kita miliki, adalah penopang kehidupan kita dan hamba-hamba Allah lainnya untuk menghambakan diri kepada Allah SWT.
“Dan bukan sebaliknya untuk diri kita sendiri, apalagi untuk menyombongkan diri pada sesama. Semua itu hanyalah titipan sementara, karena pemilik sebenarnya adalah Allah SWT,” sambungnya.
Dikatakan, Allah SWT menganjurkan kepada Umat Islam untuk selalu bekerja keras jika ingin menjadi kaya atau minimal untuk hidup penuh berkecukupan. Sebab Allah SWT berfirman dalam QS Qoshosh ayat 77 ; dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi.
Fatukaloba mengibaratkan Umat Islam sepertu sebuah Perahu, sedangkan dunia dan segala isinya sebagai lautan. Artinya sebagai perahu harus berlabuh di atas lautan, namun jangan sampai air laut masuk ke dalam perahu, sebab jika perahu terisi penuh oleh air laut maka sudah pasti perahu akan tenggelam.
“Muslim dilarang untuk melupakan dunia, Muslim tidak boleh mengabaikan kesehatan, Muslim tidak boleh mengabaikan kebahagiaan, Muslim tidak boleh mengabaikan harta benda, bahkan Muslim tidak boleh meninggalkan urusan Politik, sebab Muslim juga bertanggung jawab atas arah kebijakan pemerintah bagi kemaslahatan Umat Islam itu sendiri,” tandasnya lagi.
Kendati begitu, menurutnya, Muslim dilarang keras memasukan dunia ke dalam hatinya. Artinya Umat Muslim harus bahagia, namun tidak boleh memasukkan hal-hal yang membahagiakan dirinya ke dalam hatinya.
“Muslim harus kaya, namun Muslim tidak boleh memasukkan kekayaan di dalam hatinya. Muslim harus ikut memegang kendali kekuasaan, namun Muslim tidak boleh memasukkan kekuasaan di dalam hatinya,” ucap Fatukaloba diakhir ceramahnya.
Dalam pantauan media ini, pelaksanaan Sholat Idul Adha 1443 H Tahun 2022 Masehi, mendapat Pengamanan dari Personil Polres Kepulauan Aru, Personil Koramil 1503-03/Dobo dan Personil Satpol PP Kabupaten Kepulauan Aru.(NM)










Komentar