oleh

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2022 Mencapai ±6,3-6,8 Persen

Suarapaparisa.com, Perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 berada di titik 4, 6,3-6,8% (yoy)dari 5,72% (yoy) pada Triwulan III di tahun 2022. Asumsi perbaikan ekonomi nasional adalah pemulihan ekonomi global yang berdampak positif pada kinerja ekspor dan peningkatan permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan jumlah investor/investasi. Penanggulangan dan pemulihan masa pandemic Covid-19, dengan program percepatan vaksinasi dan membuka sektor ekonomi prioritas dengan laju pergerakan digitalisasi ekonomi UMKM dan pariwisata menunjukan pergerakan stabilitas ekonomi nasional ke arah positif. Pergerakan positif ekonomi nasional atas dampak suksesnya Presidensi KTT G-20 di Bali dengan menarik Investor dalam pembangunan IKN dan klaster perdagangan global. Pertumbuhan ekonomi juga terdongkrak dari ketergantungan energi dunia pada NKRI, memicu kenaikan pada neraca dagang Nikel dan Bauksit.

Pada thn 2022 defisit transaksi rendah ±11,19%, keuangan stabil, likuiditas normal, dana pihak ketiga (DPK) dan kredit tumbuh ±7,0-9,0%, nilai transaksi e-commerce diperkirakan capai Rp.530 T, uang elektronik Rp.337 T, dan digital ±Rp.48 ribu T.

Untuk menjaga stabilitas pada masa pemulihan ekonomi nasional, ada beberapa hal dasar yang perlu menjadi pertimbangan bersama atl : Kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, kebijakan sistim pembayaran, kebijakan pasar saham/uang, dan kebijakan UMKM dengan membuka peluang usaha baru. Hal dasar yg perlu diwaspadai : Rasio posisi utang di thn 2022 diperkirakan 43,7-44,6%, defisit 4,09-5,4% masih dalam batasan wajar namun harus segera dinerisir dengan berbagai kebijakan fiskal agar tetap stabil sebab masa pandemic C-19 dan Varian baru Omicron tak bisa ditebak kapan berakhirnya.

Solusi

1. Untuk menekan rasio utang, maka defisit APBN dapat ditekan sesuai fungsi penggunaan sesuai UU no. 2 th 2020 ttg kebijakan keuangan negara.

2. Penggunaan dana trantef daerah secara bijak dan tepat sasaran untuk mendongkrak investasi yang masuk, sebab akan berpengaruh pada laju putaran ekonomi nasional. Mohon Kemendagri berkoordinasi terus dengan Kemenkeu untuk memonitoring terus posisi penggunaan dana daerah agar dana daerah tak jadi silva pada akhir thn 2022 mendatang.

3. Pembukaan lapangan usaha baru UMKM dengan stimulan sharing dana oleh BUMN/perbankan untuk menggenjot pencapaian target laba pada neraca laba rugi di akhir tahun.

4. Penguatan investasi sebagai jaminan utang atas PBD

5. Penguatan komunikasi dengan negara pemberi pinjaman/pihak ketiga agar bunga utang dapat ditekan dengan cicilan yang minimal.

Patut kita berikan apresiasi kinerja Pemerintah melalui Kemenkeu, OJK, BI, BUMN dan pihak terkait lainnya, yang telah bekerja keras sekalipun wabah C-19 melanda bangsa Indonesia, dan dampak perang Russia vs Ukraina serta berbagai gejolak geostrategis global, namun ekonomi masih tetap tumbuh stabil dengan rating yang positif, sehingga kita tak mengalami defiait inflasi dan resesi ekonomi seperti negara lain di Eropa, Amerika Latin dan Asia.

Vivere Militare Est,
Andy S. Komber🙏🏿

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed