oleh

Solusi Polemik Piala Dunia U-20

Suarapaparisa.com, Selayang pandang :*
1. Dasar amanah Konstitusional dan arah kiblat Bung Karno atas zionisme Israel pada Palestina

2. Konsep Politik LN

3. Politik dan Kambtibmas dalam negeri

4. Kesempatan dan Kepercayaan FIFA pada NKRI sebagai tuan rumah ajang piala dunia u-20

5. Income kontribusi ekonomi dll atas perhelatan ajang tsb

6. Hiburan bagi seluruh masyarakat Indonesia pecinta sepak bola

7. Pertimbangan khusus bulan Ramadhan bagi umat Muslim dengan aman dan damai.

*Selanjutnya, dapat disimpulkan dampak jika ajang piala dunia U-20 dibatalkan :*

1. FIFA merelokasi tempat pertandingan ke negara lain, dimana Indonesia kehilangan kesempatan emas sebagai tuan rumah ajang bergengsi piala U-20 dan tim Indonesia pun tak bisa berlaga sebab posisi tuan rumah di isi negara tempat di relokasi pertandingan.

2. Nilai negatif Indonesia di mata dunia internasional, mengingat ealita di Indonesia tak sejalan dengan semangat politik LN “bebas aktif.

3. Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah telah rampung hingga mencapai 100%, dan sudah barang tentu menyedot pengeluaran biaya yang besar pula dan jika dibatalkan, maka sia-sialah persiapan dan perjuangan selama ini.

4. Jika pun ingin dialihkan khusus pertandingan Israel ke negara tetangga yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel cth. Singapura, rasanya tak Mungin lagi mengingat diktum tuan rumah atas penunjukan FIFA tak melibatkan negara lain dengan alasan apapun dan diktum tersebut sifatnya final dan mengikat.

*Melihat berbagai segi antara realita dan harapan, maka sekiranya mohon dipertimbangkan pemerintah beberapa solusi khusus untuk polemik tersebut :*

1. Pemerintah dapat mengkomunikasikan dengan pihak FIFA untuk mengalihkan pila dunia U-20 ke Brazilian dan menggantinya dengan ajang piala dunia U-17 tahun depan, dengan alasan khusus bahwa Indonesia rak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

2. Tetap dilaksanakan namun untuk proses Drawing piala dunia yang dilaksanakan di Bali, dapat dialihkan ke Wilayah NTT dan SULUT dan untuk pertandingan khusus Israel, dapat dialihkan ke daerah tertentu di Indonesia. Misalnya saja di NTT, SULUT atau Papua. Mengingat di Papua kan ada stadion L.E yang memenuhi kualifikasi stadion bertaraf internasional.

3. Jika pun harus dilaksanakan dan untuk pertandingan Israel tak bisa di Indonesia, maka Pemerintah dapat berkoordinasi dengan pihak FIFA dan negara tetangga yang memiliki hubungan diplomatik bersama Israel untuk maksud tersebut.

4. Jika pun drawing dibatalkan FIFA, masih tetap ada celah untuk bernegosiasi.

Cinta kasih menyatukan perbedaan antar sesama umat manusia

Salama keberagaman,

Andy S Komber (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed