oleh

Tim Kajian AMDAL Disambut Dengan Demonstrasi Penolakan Eksplorasi Tambang Batu Marmer Gunung Nakaela Petuanan Adat Negeri Taniwel

SBB, SP. Com. Keberlanjutan PENOLAKAN eksplorasi tambang batu MARMER pada gunung NAKAELA oleh PT GUMUNG MAKMUR INDAH petuanan negeri Taniwel dari masyarakat adat negeri Taniwel yang telah di tandatangani oleh tujuh kepala SOA dan Satu Tokoh Adat Dusun Lasahata Serta Pejabat kepala desa Taniwel pada tanggal 10 dan 13 September 2020 seperti yang diberitakan pada pekan kemarin kini terjadi kembali PENOLAKAN dimana dengan hadirnya tim kajian AMDAL yang terdiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seram Bagian Barat dan pihak PT GUNUNG MAKMUR INDAH pada hari Selasa 06 Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 wit.

Pantauan Suarapaparisa.com dilapangan, dimana tim kajian AMDAL dijemput dengan teriakan PENOLAKAN didepan gereja Karmel Taniwel oleh adik-adik Mahasiswa ditambah dengan masyarakat yang notabenenya adalah Masyarakat Adat Negeri Taniwel yang benar-benar tidak menerima tim kajian AMDAL untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat Negeri Taniwel.

“Katong TOLAK Perusahaan batu MARMER, Katong seng hidup dari MARMER, Katong punya anak-anak kuliah sampe su dapat hidup bukan dari MARMER, Katong punya anak-anak kuliah dengan jual Kopra, Coklat, Pala, Cengkeh, Pukul Sagu, Gunung NAKAELA Katong punya Benteng/Penyanggah kehiduoan, Gunung NAKAELA Katong punya tempat keramat, Gunung NAKAELA Katong punya Kampung Lama, jadi Katong seng terima Perusahan Batu MARMER,”teriak masyarakat.

Katong TOLAK Perusahan Batu MARMER karena Gunung NAKAELA adalah keberlangsungan hidup Generasi Muda Negeri adat Taniwel hari ini dan masa yang akan datang, KAMI INGIN HUDUP SERIBU TAHUN LAGI teriak adik-adik Mahasiswa dan Masyarakat Adat Negeri Taniwel,”teriak Masyarakat. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed