oleh

Nicko-Odhi Jadikan MBD Berbudaya, “SOPI Dilegalkan” Dilarang Tumpah “Sakral”, Banyak Solusinya

MBD, SP. Com. Calon Bupati Maluku Barat Daya Nicholas Johan Kilikily dan Calon Wakil Bupati Maluku Barat Daya Desianus Orno Provinsi Maluku dalam rilisnya kepada Suarapaparisa.com. Jumat (02/10).

Nicko-Odie ingin menjadikan Visi dan Misinya adalah menjadikan Maluku Barat daya yang berbudaya, dan berbicara budaya, Kabupaten Maluku Barat Daya ini adalah KALWEDO, yang bernyolileta, MBD yang santun dan setiap kali persoalan-persoalan yang terjadi di MBD, maka harus diselesaikan dengan adat, ketika Masyarakat MBD mau duduk adat, itu ada sopi disitu dan sopi itu sangat sakral sekali di Masyarakat MBD.

KeSemuanya bisa diselesaikan dengan satu kata KALWEDO, lalu kemudian duduk bersama, ketika kita selesaikan masalah, kita taruh sopi, nah. Oleh sebab itu, ketika Tuhan ijinkan nanti saya dan pa odi dipilih, saya dan pa odi akan legalkan sopi ini karena sopi ini adalah sesuatu yang sakral, yang harus dibudidayakan harus dipertahankan kebudayaannya sampai Tuhan Yesus Datang Kali kedua,”papar Kilikily.

“Sopi ini juga yang membesarkan orang-orang bumi KALWEDO sampai bisa menjadi orang-orang besar di negeri ini dan mereka bisa menjadi orang-orang hebat karena SOPI.

Oleh sebab itu, SOPI ini adalah sesuatu yang akan kami legalkan, karena selain memperkenalkan adat istiadat masyarakat MBD melalui SOPI ini, kita juga ada nilai tambah disitu  (inkam) untuk masyarakat sehingga SOPI itu tidak di jual cuman dengan harga 100 ribu atau 200 ribu, tetapi kami ingin agar SOPI punya nilai harga sama dengan Teh qila, karena SOPI itu lebih hebat daripada Teh qila.

Maka itu, ketka nanti Tuhan ijinkan kita terpilih nanti, kita akan legalkan SOPI ini, kalau Kota MENADO bisa punya solusi untuk bisa legalkan SOPI jadi minuman cap tikus, Nusa Tenggara Timur juga legalkan SOPI menjadi minuman berkelas di mancanegara, Maka MBD juga akan legalkan SOPI ini menjadi nilai yang berkelas punya, sebab kita adalah penghasil juga.

“Kami akan pasang badan untuk melegalkan, agar sopi ini bukan hanya tembus pasar Indonesia tetapi bisa tembus pasar dunia,”terang Kilikily.

Tambahnya, Boleh cek teh qila di bar-bar atau di tempat-tempat hiburan itu harganya 1, 2 juta per botol, nah kita berharap supaya SOPI pun harganya juga bisa sama 1,2 juta per botol.

“Yah tentu awal perkenalan ada promosi-promosi yang kita tidak bisa langsung dengan harga yang besar, yah mungkin dari 500 ribu naik 700 ribu selanjutnya sudah dikenal orang nah bisa 1,2 juta khan begitu,”ucapnya.

Yang pastinya, tidak akan ada yang namanya tumpah-tumpah SOPI, dilarang. Sebab kita di MBD “jangan munafik”, justru dari minuman inilah banyak terlahir orang-orang hebat di negeri Indonesia Maluku ini.

Keyakinan kami segala sesuatu yang rumit akan dilebih dimudahkan,”ungkap Kilikily.

Harapan kami, terus Doakan kami, jika Tuhan ijinkan, kami terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati MBD nanti, visi dan misi kami ini akan kami jalankan dengan selalu semangat, kerja keras dan terlebih Takut Tuhan. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed