oleh

Tingkatkan Jumlah Pengunjung, Museum Siwalima Ambon Gencar Gelar Berbagai Kegiatan Secara Luring dan Daring

Suarapaparisa.com, Masa pandemi Covid-19 telah membuat sendi-sendi kehidupan makin terpuruk dan dampaknya sangat dirasakan bagi masyarakat terkhususnya Museum Siwalima Ambon yang terletak di Tanam Makmur Kelurahan Nusaniwe Kota Ambon Provinsi Maluku. Tak pantang mundur Museum Siwalima Ambon kini mempunyai kreativitas guna menghadirkan jumlah pengunjung, dimana dengan gencar-gencarnya menggelar berbagai kegiatan lewat Ilmu Teknologi (IT) yakni secara Luring dan Daring.

Kepala Museum Siwalima Ambon Jean Esther Saiya kepada Suarapaparisa.com. Rabu (30/3/2021) mengatakan bahwa, “Sebagai pengelola satu-satunya museum di Maluku ini, saya bersama-sama teman-teman mengantisipasinya dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat hanya dari rumah.

Lanjutnya, Berbagai kegiatan sudah dilakukan dari tahun lalu (2020,red) dan berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu seperti Vlog bagi generasi muda (milenial) yakni pada jenjang umur 15-25 tahun. Selain kegiatan vlog, pihak museum juga menggelar pameran sejarah secara virtual, namun tidak melibatkan banyak orang.

“Kegiatan yang paling besar yang kami lakukan yaitu event pameran nasional alat musik tradisional. Di tahun ini (2021,red), kami juga akan membuat kegiatan yang bisa dinikmati oleh masyarakat dari rumah yakni vlog konten yang sudah saya singgung diatas,”kata Saiya.

Tambahnya, untuk Vlog pada tahun lalu masih seputaran museum Siwalima Ambon secara umum, namun pada tahun ini (2021) pihak museum lebih fokus pada kegiatan koleksi barang bersejarah secara IT. Olehnya itu, pihaknya telah menjaring sebanyak 35 peserta dari usia 15-25 tahun.

Adapun, kegiatan koleksi sejarah tersebut pihak museum menghadirkan dewan juri yakni Dr. Mariana Lewier dari Komunitas Baronda Ambon Faunder dan Pakar sejarah Maluku yang berada di Belanda Wem Manuhuttu.

Selain itu juga dari hasil penjurian tersebut, telah berhasil memilih 18 orang dari 35 peserta dan dewan juri telah mengoreksi 10 finalis terkait vlog-vlog mereka dan juri akan memilih 7 peserta yang akan memenangkan lomba vlog ini.

“Kami juga dalam rencana ditahun ini akan membuat pameran-pameran temporer, namun selain kami buat secara luring, tetapi juga daring dan kami sudah meminta bantuan dari komunitas Baronda Ambon untuk pameran temporer yang akan kami laksanakan di tahun ini,”ungkapnya.

Ditambahkannya, secara kuantitas jumlah pengunjung di Museum Siwalima Ambon memang mengalami penurunan, tetapi secara IT pihak museum telah menyampaikan ke publik secara virtual lewat media sosial seperti instagram, facebook dan juha youtube Museum Siwalima Ambon.

“Hasilnya kami memperoleh banyak sekali suscraiber dari pengunjung yang melihat secara virtual Museum Siwalima Ambon,”ucapnya.

Sementara itu, dalam perjalanannya Museum Siwalima Ambon juga mengalami beberapa hambatan atau kendala salah satunya masih minimnya Sumber Daya Manusia (SDM). Selain SDM museum juga masih kekurangan peralatan.

Memang di dua tiga tahun ini, pihak Museum memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik akan tetapi DAK tersebut bukan untuk penambahan aset. Tetapi DAK itu diperuntukan bagi perawatan-perawatan koleksi, pengelolaan koleksi dan juga untuk program-program publik.

Untuk itu, kami berharap mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang ada anggaran yang dikhususkan agar kami buat pengadaan peralatan-peralatan yang bisa mempromosi museum lewat IT,”tandasnya menutup. (Tim/L2B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed