oleh

Pemda Aru Laksanakan Upacara Kesaktian Pancasila, Bupati Gonga Uraikan Tujuan 5 Sila

SUARAPAPARISA.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melaksanakan upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila, bertempat di Lapangan Apel Kantor Bupati Kepulauan Aru, Minggu (01 Oktober 2023).

Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga bertindak selaku Inspektur upacara sekaligus membacakan Teks Pancasila, Danton III Kompi Senapan E 734 Dobo Letda Inf Fadli bertindak selaku Komandan Upacara, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Inf Dody Masaoy bertindak selaku Perwira Upacara.

Sementara itu, Teks Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh Kapala Badan Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Aru, Joel Gaite, S. Sos dan Teks atau Ikrar Pancasila dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru Udin Belsigaway.

Bupati Gonga dalam amanatnya mengatakan, hari Kesaktian Pancasila adalah momen penting dalam sejarah Indonesia. Hari tersebut menjadi peringatan peristiwa tragis 30 September 1965 yang mengguncang fondasi negara.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, kata Gonga, umumnya diisi dengan kegiatan upacara, mulai di tingkat pusat hingga daerah.
“Peringatan hari Kesaktian Pancasila perlu kita jadikan momentum untuk merefleksikan hal-hal yang telah dan harus kita lakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa kini dan bangsa yang tangguh di masa yang akan datang,’’ pintahnya.
Menurut Bupati dua periode itu, selama ini upaya yang kita lakukan lebih berfokus pada hasil akhir dan mengesampingkan integrasi sosial budaya dan pelestarian lingkungan. Hal tersebut menurutnya kurang sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan potensi sumberdaya alam dengan sumberdaya manusia.

“Menyadari hal tersebut, inilah waktunya kita merancang keseimbangan baru yang mengedepankan kemajuan semua kelompok masyarakat dan memprioritaskan konservasi alam,’’ katanya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kemerdekaan dalam belajar, berkarya, kemerdekaan dalam berbudaya akan melahirkan generasi pelajar Pancasila, yaitu sosok pembelajar sepanjang hayat yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinnekaan Global, mampu bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
“Para pelajar Pancasila Itulah yang akan meneruskan estafet pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan berkeadilan di masa depan,’’ pintahnya lagi.

Dengan nilai-nilai Pancasila yang menyertai langkah kita, Gonga mengajak semua pihak untuk mari membangun Indonesia yang lebih tangguh, lebih inklusif dan lebih mencerdaskan dengan Merdeka Belajar.

Hal ini menurutnya merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi kita semua bahwa pada tahun ini Indonesia telah menunjukan kepada dunia bahwa bangsa kita mampu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

“Di forum-forum Internasional seperti G20 serta Transforming Education Summit dan MONDIACULT yang diselenggarakan PBB kita memperkenalkan nilai nilai luhur yang menjadi identitas bangsa Indonesia, seperti gotong royong, Bhineka Tunggal Ika, serta Pancasila,’’ tandasnya.

Keunggulan kita di panggung global, lanjut Gonga, adalah hasil dari gerakan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya yang terus kita dorong dan kuatkan bersam, sebab dengan terobosan Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pembelajaran berbasis projek, termasuk projek penguatan profil Pelajar Pancasila, anak-anak Indonesia didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Disamping itu, para seniman dan budayawan kita saat ini semakin tergerak untuk berkarya dalam semangat gotong royong dengan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Ruang ekspresi dan kreasi semakin terbuka lebar dengan menguatnya komunitas serta lembaga dan organisasi seni dan budaya.

“Ibu Bapak guru, tenaga kependidikan, pelaku budaya serta para pelajar di seluruh Indonesia yang saya hormati dan banggakan, Saktinya Pancasila terletak pada bagaimana kita menjadikan nilai-nilai di dalamnya sebagai petunjuk dan tujuan kita sehari-hari sebagai bangsa Indonesia. Kita perlu bergotong royong untuk mewujudkan satuan pendidikan dan ruang-ruang kebudayaan yang aman dan nyaman, yang mengedepankan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, serta bebas dari kekerasan. Saktinya Pancasila terletak pada komitmen bersama kita mewujudkan kemerdekaan yang sebenar-benarnya merdeka bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk belajar dan berkarya. Kemendikbudristek telah berkomitmen untuk terus menghadirkan transformasi yang selalu sejalan dengan pesan Bung Karno dalam pidato Lahirnya Pancasila,’’ paparnya.

“Yakin bahwa di atas kelima dasar Pancasila kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi. Untuk itu, di atas kelima dasar Pancasila, mari kita terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya, membawa Indonesia ke masa depan,’’ sambungnya.

Gonga menguraikan, Sila pertama; Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengajarkan kita untuk selalu mengakui kebesaran Tuhan dalam segala aspek kehidupan.

Sila kedua; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang mengingatkan kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan adil dan menghormati martabat setiap individu.
Sila ketiga; Persatuan Indonesia, yang mendorong kita untuk membangun kesatuan dan persatuan di tengah keragaman yang ada.
Sila keempat; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, yang mengajarkan kita untuk menghargai demokrasi dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan negara.
“Terakhir, saya berharap agar semangat Pancasila senantiasa menggelora dalam hati kita semua. Mari kita peringati hari lahir Pancasila ini dengan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan kita sehari-hari, dan menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita semua,’’ tutup Gonga.(NM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed