Ambon, Suarapaparisa.com, Oknum Anggota TNI AD Kodam XVI Pattimura kembali berulah kepada Masyarakat dan menunjukkan Super Jagoan Kepada Masyarakat kecil.
Dimana Kejadian terjadi atau Berlokasi di Desa Rumah tiga, wailela, belakang Politeknik Negeri Ambon, Berawal dari sering nya Anak muda sering Mabuk-Mabuk Di kos-kosan Hitimala, yang punya kosan Namanya Pak Abu, dan karena yang telah membuat ulah adalah anak mantunya adalah seorang TNI AD di bertugas DENMA Kodam XVI Pattimura bernama Kopda Nirwan umasugi.
Tindakan tidak manusiawi ini, Kejadiannya bermula saat sekelompok orang Berada di depan Rumah Keluarga Alm Bapak Lodewik Tatiratu tanggal 26 -03-2024 dan Ribut (suara besar dan maki maki) adik kami yang merupakan korban yakni (ayub Tatiratu) Menegur dan menyuruh untuk tidak ribut di depan rumahnya, karena orang tua sedang sakit (ibu). Tapi malah diajak berkelahi. Dan mengakibatkan masalah dan di bawah sampai ke polsek teluk Ambon Kota Jawa dan sudah di selesaikan dan di beri surat pernyataan.
Tak selesai kemarin di tanggal 26 Maret 2024 di Mapolsek, Dendam kesumat masih merasuki, puncaknya terjadi sore hari di tanggal 27-03-2024, Anggota TNI berjumlah 2 orang di dalamnya ikut juga anggota TNI Bernama Pratu Nirwan Umasugi dan masyarakat sipil sekitar 16 orang datang ke rumah kami pada pukul 18:30 Wit, dan diterima baik oleh ibu kami untuk di persilahkan masuk ke dalam ruang tamu untuk bicara karena ibu kami tau masalah sudah selesai kemarin di Polsek, dan pada saat itu tentara tersebut melihat adik kami Ayub Tatiratu dan bertanya, ini yg kemarin bermasalah? dan tanpa bertanya-tanya langsung di pukul bersama-sama sampai berlumuran darah dan setelah itu juga, Anggota TNI Pratu Nirwan Umasugi mencabut pistol dan menodongkan di kepala adik saya, dan sempat di halangi oleh teman adik kami atas nama samuel, tapi di pukuli juga.
Tak hanya itu, setelah itu mereka (pelaku) mengancam akan membakar rumah kami dan sontak diancam langsung Ibu Anneke Susan Nikijuluw berteriak minta tolong dan mereka pun separuh pergi.
Itu pelaku oknum TNI tersebut todong pistol di beta kepala sambil bilang beta bunuh se,dan temannya todong beta di leher, “kata korban kepada media (28/3).
Penodongan tersebut, Saksi dari pihak korban ada sekitar 5 org yang lihat secara langsung dan berada di lokasi pada saat kejadian.
Atas kejadian tersebut pihak korban dan saksi melaporkan ke Polsek kota Jawa dan di interogasi dan tak hanya itu, korban pun pergi melakukan visum ke Rumkit Bhayangkara Ambon dan hasil rongten bahu kanan korban patah dan kaki dijahit 5 jahitan
Pihak korban dan keluarga langsung tak tunggu lama juga, melaporkan ke Pihak POMDAM XVI Pattimura Batu Gajah melaporkan kejadian tersebut dan dimintai keterangan terkait oknum Anggota TNI atas nama Kopda Nirwan Umasugi dan salah satu temannya juga yang terlibat dalam penganiayaan bersama dan penodongan mengunakan senjata laras pendek (pistol).
Terhadap persoalan ini, keluarga korban meminta Pangdam XVI Pattimura dan Pihak POMDAM XVI Pattimura serius melihat hal ini. Ini telah mencoreng institusi TNI, bukan menjadi contoh dan mengayomi perannya, malah menakut nakuti rakyat, sok jagoan dan tidak berperikemanusiaan dan tak bermoral. Sehingga membuat cedera anak kami.
“Kami minta pihak Kodam XVI Pattimura untuk memberikan efek jera terhadap oknum TNI AD dan temannya yang telah mencoreng nama TNI AD terkhusus Kodam XVI Pattimura,”tutupnya. (*timi










Komentar