SUARAPAPARISA.COM, Kepulauan Aru,- Yayasan Pengembangan Sar Abil (YPSA) Kabupaten Kepulauan Aru dalam waktu dekat akan melakukan Launching Alkitab perjanjian baru yang ditulis menggunakan terjemahan bahasa Dobel (Dobel Ler). Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Yoel Gaite dan Ketua YPSA Yunus Tubay, didampingi salah satu Penutur Bapak Jedid Tarpono, saat melakukan Konprensi Pers dengan sejumlah Wartawan di Kantor YPSA Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (08/10/2025).
“Selaku panitia kami sudah lakukan persiapan, untuk kegiatan dimaksud, dan kegiatan akan berlangsung di Desa Koijabi Kecamatan Aru Tengah Timur tanggal 29 oktober 2025 mendatang,” Ujar Gaite.
Dijelaskan bahwa kegiatan Launching tersebut akan dihadiri oleh Pimpinan Sinode GPM, Ketua Klasis se-Kepulauan Aru dan para Pendeta. Luar Biasanya lagi, kegiatan Launching Alkitab terjemahan Bahasa Dobel ini juga akan dihadiri langsung oleh Penulisnya yang merupakan mitra Yayasan Pengembangan Sar Abil yaitu, Misionaris Gereja, Tuan Jock Hughes dan Istrinya Katy Hughes atau yang akrab disapa orang Aru dalam Bahasa Dobel dengan sebutan Ake sam si Ake Sin, yang artinya Bapak dan Mamanya Ake (Ake adalah anak merek yang tertua). Bukan hanya itu, kabarnya Misionaris Gereja yang berasal dari Negara Skotlandia itu akan membawah anak cucu dan keluarganya kurang lebih sekitar 40 orang.
Ketua Panitia sangat optimis bahwa tanggal 29 Oktober 2025 bakal menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat di Kepulauan Aru, terutama bagi masyarakat adat penutur rumpun bahasa Dobel, yang sebagian besar tersebar di Pulau Kobror dan pesisir, dengan jumlah sebanyak 18.000 penutur, atas kasih dan pertolongan Tuhan perjuangan mulia mereka berhasil dengan di launchingnya Alkitab Perjanjian Baru penerjemahan Bahasa Dobel.
“Moment peluncuran ini merupakan sebuah sejarah baru bagi orang Aru dalam pelestarian bahasa ibu, dalam konteks pekabaran Injil di Kepulauan Aru. Oleh sebab itu segala persiapan telah dimatangkan untuk pelaksanaan kegiatan ditanggal 29 Oktober nanti,” ujarnya.
Gaite menjelaskan, total ada 30 lebih undangan yang sudah disampaikan untuk para tamu, baik di dalam maupun luar negeri, yang merupakan mitra Yayasan dalam pengembangan dan pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Kepulauan Aru. Menurutnya, mengapa Desa Koijabi, Kecamatan Aru Tengah Timur yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, karena Desa Koijabi merupakan bagian dari napak tilas sejarah awal dimulainya pekerjaan penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Dobel, dari sejak tahun 1986.
“Ada latarbelakang historis sehingga kami memilih desa Koijabi sebagai tempat peluncuran Alkitab ini, sebab disitulah pekerjaan-pekerjaan penerjemahan dalam bahasa Dobel mulai di lakukan 39 Tahun lalu, hingga sekarang hasil tersebut akan diluncurkan, untuk menjadi pegangan dari generasi ke generasi”, terangnya.
Ditempat yang sama Ketua Yayasan Pengembangan Sar Abil Yunus Tubay mengungkapkan bahwa gagasan awal penerjemahan ini merupakan gagasan gereja dalam pekabaran injil, yang mulai dirintis oleh sosok misionaris berkebangsaan Skotlandia bernama Jock Huges atau lebih dikenal masyarakat Aru dengan nama Ake Sam.
“Proses penerjemahan Alkitab ini lahir dari gereja, oleh sebab itu dalam kerjasama yang dilakukan selama ini untuk melakukan penerjemahan Alkitab dalam bahasa Daerah, dengan tujuan menjawab tantangan bagaimana orang di pelosok bisa membaca Alkitab dengan bahasa yang sederhana dan dimengerti, yang merupakan visi yayasan untuk mewujudkan transformasi hidup masyarakat atau umat,” Ungkap Tubay.
Tubay menambahkan, pengerjaan penerjemahan Alkitab dalam bahasa Dobel, baru selesai pada Perjanjian Baru, pihak yayasan sementara mengerjakan penerjemahan yang sama untuk bahasa Kola, Gwateley dan Malay Aru, bersama juga dengan beberapa liturgi yang bekerjasama dengan Sinode Gereja Protestan Maluku.
“Yang terlibat dalam proses-proses penerjemahan ini, sebenarnya adalah komunitas atau penutur bahasa Dobel itu sendiri, dengan banyak kesulitan, dan kerja keras tim bersama mitra serta pihak gereja, kita tahu bahwa dalam penerjemahan ini perlu dipahami juga asal bahasa asli dari Alkitab itu sendiri, sehingga para mitra Yayasan, maupun gereja telah memberikan sumbangsih besar bagi pekerjaan tersebut,” tuturnya.
Misionaris Gereja Tuan Jock Hughes, diceritakan, memulai misi mulianya itu dengan datang dan tinggal di Kepulauan Aru sejak tahun 1986. Iya memulai petualangannya hampir di sebagian besar desa di Aru, terutama desa-desa di Pulau Kobror, dari desa yang satu ke desa yang lain untuk mendalami bahasa aru. Satu ketika dari Desa Algadang, ia meminta untuk diantarkan ke Desa Koijabi, dan pada saat itu, Misionaris Gereja itu diantarkan oleh seorang Muslim dari Desa Algang bernama Baco Kwaitota. Mereka berjalan kaki menyusuri hutan Pulau Kobror, melewati lembah dan lereng-lereng gunung selama berhari-hari dan berkilo-kilo meter menuju Desa Koijabi, hanya dengan mengharapkan petunjuk atau peta alam. Perjuangan berat itu, akhirnya mereka tiba juga di Desa Koijabi, yang merupakan napak tilas awal memulai pekerjaan penulisan Alkitab Perjanjian Baru menggunakan terjemahan Bahasa Dobel.
Perjuangan mulia Penulis, Para Penutur dan Yayasan Pengembangan Sar Abil ini merupakan sejarah baru di Kepulauan Aru, terutama kepada orang-orang pemilik Bahasa Dobel, karena Bahasa Ibu mereka tidak lagi punah dan tetap akan lestari, hidup sepanjang masa.
proses pekerjaan penerjemahan Alkitab tersebut sudah berlangsung kurang lebihnya 40 tahun, dan untuk peluncuran perdananya ini akan dibagikan 5000 cetakan. Selain Alkitab, Tim Penerjemahan juga akan melanjutkan menerjemahkan Alkitab perjanjian lama, membuat lagu-lagu pujian baru dalam Bahasa Dobel dan menterjemahkan lagu-lagu dalam kidung jemaat, nyanyian GPM, dua sahabat lama, dan nyanyian pujian lain yang dipakai dalam liturgi ibadah.
Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Dobel ini juga dapat di download pada aplikasi Play Store, agar mudah dibaca dan dipelajari masyarakat luas.(Nus.M)










Komentar