Suarapaparisa.com, – Dudu Bacarita Deng HABIB’ S dengan Tema Jauhi Narkoba Calon Mertua Bangga yang di selenggarakan di Red Stone Cafe, Batu Merah – Ambon, Selasa, (02/01/2024)
Adapun sebagai narasumber sebagai berikut, dr. H Sofyan Umarella Sp, PD Finasim Praktisi Kesehatan, Yani M,H Salampesy, ST Ketua DPD Granat Ambon, Komjen Pol Marthinus Hukom, S.IK, M.Si Kepala BNN RI dan Turut hadir juga dalam kegiatan, Ketua Yayasan Merah Putih Maluku, Kepala BNI Ambon,Ustad Adnan Tuanaya LC, Tim Gerakan Anti Narkoba (Granat) Maluku. Pemuda/Pemudi Maluku sekitar 60 orang.
Adapun inti dari dudu bacarita kata Komjen Pol Marthinus Hukom, S.IK, M.Si Kepala BNN RI dalam pemaparannya, dirinya berucap, hadir bersama adalah sebuah kebanggaan, bangga dengan basudara semua yang ada disini, salam sehat tanpa narkoba dengan kata salam, kita mendoakan orang lain dan kita sendiri tidak masuk dalam peredaran gelap narkoba.
Lanjutnya, untuk membersihkan satu negara dari narkoba maka targetnya adalah seminimal mungkin karena kita tidak mampu mengontrol begitu banyak masyarakat terutama negara-negara yang penduduknya sangat besar seperti Indonesia.
Kita ketahui bahwa narkoba ini banyak diproduksi oleh negara – negara luar dan Indonesia menjadi market, nah kembali lagi kepada pertanyaan Indonesia menyelesaikan itu, Indonesia bersinar ini adalah bukan tanggung jawab Kepala BNN semata, tapi ini juga merupakan tanggung jawab kita semua,”jelasnya.
Mengapa saya bilang ini tanggung jawab kita semua, karena barang ini ada di ruang publik barang ini menyusup di dalam kehidupan kehidupan manusia di ruang-ruang yang tertutup sehingga kita tidak dengan BNN sendiri, Polri sendiri, itu tidak mampu, maka target saya dalam melakukan adalah Pertama, Kerjasama luar negeri karena tadi saya sudah jelaskan, kerjasama luar negeri seperti kita ketahui yang namanya barang-barang itu diproduksi di luar negara-negara yang saat ini kita ketahui dari hasil penangkapan-penangkapan negara – negara yang memproduksi narkotik itu contohnya sabu itu datang dari Myanmar, datang dari Amerika latin dan ekstasi awalnya datang dari Belanda, namun semuanya itu bisa diproduksi di sini, tapi tetap pertanyaan pertama dari mana bahan bakunya. tetap dari luar artinya kita harus melakukan pendekatan kerjasama internasional karena kita tidak mungkin hanya mendekati dengan menangkap sebanyak – banyaknya atau menyadarkan masyarakat tapi kita harus ada di intinya kita menyerang produsennya itu yang pertama.
Kedua, Pendekatan hokum. memberantas menangkap sebanyak-banyaknya menjaga pintu – pintu masuk, memperkuat apa yang kita katakan kerjasama interdiksi, pelabuhan pelabuhan udara, pelabuhan laut, pelabuhan – pelabuhan yang illegal, kemudian orang-orang yang berpotensi memasukkan lewat jalur laut, itu semua harus kita jaga pendekatan.
Ketiga, Pemberdayaan masyarakat. jadi masyarakat terlibat aktif maka saya hari ini bangga sekali hari ini kalau saya hitung, pertama saya sudah punya 50 teman dan malam ini saya berharap lewat Ini sebagai episentrum kita, membuat semacam bola salju untuk bergelinding, menggelinding mengajak semua orang untuk hadir bersama-sama dengan kita mempunyai kesadaran, membangun kesadaran kolektif bahwa bahaya narkoba ada di depan mata kita.
“Saudara-saudara, adik-adik bisa lihat penangkapan narkoba dari hari per hari, saya baru pulang dari Batam kemarin, saya menangkap, saya mengekspos ada 60 kg baru dengan menggunakan cover pengiriman menggunakan keramik hanya 5 kg tapi bukan jumlahnya tapi kualitasnya datang jauh-jauh dari Meksiko dengan menggunakan dasar pengiriman dan wadahnya adalah keramik-keramik yang mau dipasang dan itu kepulauan Riau 60 kg,”ungkapnya.
Sehingga pemberdayaan sebagai bagian pencegahan ini. Maka itu untuk apa percaya diri tapi semuanya hanya instan, adalah shortcut untuk memenuhi keinginan – keinginan daging manusia, karena ingin kuat, ingin percaya diri, ingin bersosialisasi dengan baik, tapi menggunakan narkoba tapi efeknya tidak baik.
Kemudian, Pendekatan rehabilitasi, untuk memperbaharui aspek – aspek psikis, aspek fisik dan aspek dari manusia yang rusak karena narkoba, karena dampak narkoba, itu merusak saraf, sendi-sendi, mempengaruhi organ – organ tubuh maka dia harus melakukan rehabilitasi dengan pendekatan medis karena orang yang rusak oleh narkoba mereka mengalami gangguan-gangguan psikis, emosional yang tidak terkontrol dan berbagai macam aspek – aspek psikis lainnya.
“Saya mau bilang, kita manusia itu dilahirkan sempurna, berpikr maju, dan kedepan kita harus berlandaskan dan menghasilkan manusia yang unggul, yang utuh, yang punya kognitif yang bagus. Sehingga menjadi generasi bersinar bagi bangsa dan negara ini,”tutupnya. (EM)








Komentar