Dobo, Kepukauan Aru,- Direktur Utama PT. Industri Perikanan Arafura (IPA) Benjina, Bapak Jauzy mengaku, pihaknya akan melibatkan masyarakat lokal di wilayah setempat sebagai tenaga kerja pada perusahaan yang ia pimpin saat ini.
Hal ini diungkapkannya kepada sejumlah Wartawan di Benjina usai kunjungan Mentri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, meninjau lokasih Perusahan dimaksud dan Pelabuhan Perikanan Benjina, Selasa (30/11/2021).
“Kita dari dulu utamakan tenaga kerja lokal Pa, 99 Persen Lokal Pa, baik itu tenaga kerja di laut maupun Administrasi kita utamakan Lokal Pa,” Ujar Dirut.
Dikatakan, kapal-kapal perusahan yang akan beroperasi nanti diusahakan untuk diawaki oleh masyarakat Lokal.
“Nahkodanya Lokal, semua krunya juga harus lokal,” katanya.
Beliau mengaku teknisi yang saat ini sementara bekerja memperbaiki sejumlah kapal di lokasih Perusahan, sebagian besarnya adalah masyarakat lokal dari wilayah sekitar Perusahan, dan hanya 2 orang Supervisi yang didatangkan dari Jakarta.
“Ini sangat luar biasa sekali, makanya Pa Mentri tadi tanya, bisa perbaiki engga? Kita bilang bisa, cuman memang butu waktu, tetapi kami akan perbaiki,” jelas Jauzy
Pihak mereka, kata Jauzy, saat ini sudah mulai berproses hingga ke tapal keenam, dan walaupun pekerjaannya tidak gampang karena mereka harus memperbaiki semua aset bekas peninggalan PT. PBR, tetapi mereka akan tetap fokus untuk mempersiapkan segala sesuatu sehingga dalam waktu dekat Perusahan bisa beroperasi normal kembali.
“Kita sih berharap di Bulan Februari 2022 sudah bisa mulai jalan bertahap Kapal-Kapal kita,” terangnya.
Disisi lain, terkait dengan Budi Daya Ikan Air Tawar, sebagaimana keinginan Mentri KKP dan kesiapan air tawar untuk komsumsi kapal-kapal, Direktur Utama Jauzy mengaku saat ini sudah ada sekitar 8 (delapan) kolam atau Danau buatan bekas peninggalan perusahan-perusahan yang beroperasi sebelumnya di lokasih itu, sehingga mereka tinggal menggunakannya kembali tanpa harus membangun yang baru lagi.
“Jadi saat ini kita lagi instalasi Wotersteken namanya, karena kan kebutuhan di kapal itu kan air tawar semua, dan itu kita sudah siap. Sekaran ini air yang sementara kita pakai disini dari danau kita semua,” jelasnya lagi.
Sementara untuk rencana jangka panjang, Direktur mengaku, mereka pingin membuat Dok Kapal di sekitar lokasih Perusahan, sehingga perekonomian disana juga ikut bertumbu dan ada juga penyerapan tenaga kerja Doking.
“Kita berharap ada suport dari Pa Kepala Perikanan, Pa Kepala Pelabuhan dan semua pihak terkait lainnya, biar semua kapal-kapal yang beroperasi di Aru itu bisa Dok di Aru juga,” tutup Jauzy.(Nus.M)










Komentar