oleh

Fauzan : Pembangunan Sarana Air Bersih Harus Terencana.

Suarapaparisa.com, Pengadaan air bersih sering menjadi masalah di Maluku, baik itu di Kota Ambon ataupun di kabupaten-kabupaten kota lainnya seperti di Kabupaten Seram Bagian Timur. Sejauh ini untuk Kabupaten SBT terutama di Bula, penataan air bersih dinikmati masyarakat, bahkan itu belum bisa sampai ke desa-desa, yang ada di-SBT, “demikian disampaikan Muhammad Fauzan Husni Alkatiri Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, kepada wrtawan di Gedung DPRD Maluku. Jumat 19 Februari 2021.

Dikatakannya, Provinsi Maluku terdiri dari pulau-pulau sehingga pembangunan  pengadaan air bersih belum terjamah. “Memang Ada beberapa pembangunan air bersih yang sedang ditangani dinas PUPR ataupun Cipta Karya, termasuk juga ditangani Balai Wilayah Sungai”.

Terkait dengan itu, rapat internal Komisi III dibahas akan melakukan pengawasan, karena adanya laporan masyarakat, baik itu resmi maupun secara personal, disampaikan ke Komisi, seperti di Kota Ambon, daerah Kota Jawa, dimana pengadaan air bersih di Pesantren Ai- hairat yang dikerjakan Cipta karya, masih mengalami kendala, ada beberapa kesalahan yang terjadi.

Untuk itu, diharapkan kedepan, proyek pengadaan air bersih betul-betul, diperuntukkan untuk pengadaan air bersih, bukan untuk pengadaan alat-alat penyediaan air bersih.

Pembangunan air bersih baik yang dikerjakan pihak Balai ataupun dinas harus terukur dan terencana dengan baik supaya dana yang dikeluarkan pemerintah tidak sia-sia dalam pekerjaan pembanguan air bersih tersebut, “tutup Fauzan. (L2B)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed