SP.COM, DOBO, KEPULAUAN ARU – Kenaikan harga kebutuhan pokok telur di Kabupaten Kepulauan Aru melonjak tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, dengan harga mencapai Rp120.000 hingga Rp150.000 per rak. Kondisi ini membuat masyarakat merasa tercekik, terutama saat mempersiapkan perayaan hari raya.
Pantauan wartawan di Pasar Jar Garia Dobo pada Rabu (18/3/2026) menunjukkan bahwa banyak warga mengeluhkan kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba. Tidak hanya telur, harga ayam potong juga naik signifikan hingga mencapai Rp75.000 per ekor, bahkan sulit ditemukan di beberapa toko karena stok dikabarkan sudah habis.
Warga muslim yang sedang mempersiapkan kue-kue khas Lebaran mengaku kesulitan mendapatkan telur sebagai bahan utama. “Kita butuh banyak telur buat kue nastar dan putri salju, tapi sekarang harganya mahal sekali dan juga susah dapat. Kalau terus begini, mungkin tahun ini tidak bisa membuat banyak kue,” ujar Siti (45), salah satu warga Dobo.
Tidak hanya untuk keperluan Lebaran, konsumsi telur sehari-hari juga menjadi masalah bagi masyarakat umum di daerah ini. Banyak yang harus membatasi konsumsi karena harga yang tidak terjangkau dan ketersediaan yang terbatas.
Masyarakat menduga kenaikan harga ini bukan karena faktor pasar yang wajar, melainkan dilakukan sepihak oleh beberapa pihak yang dianggap memanipulasi harga. Mereka berharap pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dinas Perdagangan segera melakukan tindakan tegas.
“Kami mengharapkan pemerintah bisa mengecek apa penyebab sebenarnya kenaikan harga ini. Apakah karena pasokan yang kurang, atau memang ada yang sengaja menaikkan harga sepihak. Juga harap ada solusi agar kita bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang layak jelang Lebaran,” kata Muhammad (38), pedagang kecil di pasar tersebut.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Aru terkait kondisi kenaikan harga telur dan ayam potong tersebut.(NM)










Komentar