Suarapaparisa.com. Dobo, Kepulauan Aru, Salah satu oknum Anggota Polisi, Bripka La Ali yang berdinas di jajaran Polres Kepulauan Aru, tepatnya di Polsek Aru Tengah, Kecatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, mendapat penghargaan Polisi berprestasi karena dianggap telah bekerja melampauwi tugas panggilannya.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.Si di Mako Polres Kepulauan Aru usai meresmikan peningkatan status Polsek Aru Tengah Timur, Sabtu (10/04/2021).
Bripka La Ali yang bertugas sebagai Babinkamtibmas di Desa Gulili, Kecamatan Aru Tengah itu, diketahui membuat banyak sekali trobosan-trobosan di desa binaannya, hingga melampawi tugas panggilannya sebagai seorang anggota Polisi.
Saat di wawancarai di Mako Polres Aru, Bripka La Ali menceritakan tentang kegiatan-kegiatan yang dia lakukan di desa binaannya itu dan telah berhasil.
Yang pertama dia membangun satu unit Pos Polisi yang sekarang telah diruba fungsinya menjadi Kantor dan perumahan Babinkamtibmas.
Dia juga berinovasi membuat apotik hidup, yaitu dengan menanam tanam obat-obatan tradisiol untuk kebutuhan-kebutuhan masyarakat di sana apabila ada yang sakit bisa mengkomsumsi abat-obatan tradisional itu untuk menyembuhkan penyakitnya.
Bukan hanya itu, Bripka La Ali juga membentuk Kelompok Pengajian atau yasinan di Desa Gulili, yang mana jadwal pengajiannya itu ada pada setiap malam minggu dan masih aktif berjalan sampai saat ini.
Menariknya lagi, Bintara Polri itu sewaktu-waktu bisa beralih profesi menjadi Guru di SD Negeri Gulili, saat para guru tidak berada di tempat tugas. Dia aktif mengajar matematika dan mata pelajaran agama.
“Saya juga melihat ketika ada waktu luang, saat tidak ada Guru SD saya sisipkan waktu untuk mengajar pelajaran Matematikan dan pelajaran-pelajaran Agama,” ujar La Ali.
Dia bahkan membentuk Kelompok Ternak di desa binaannya itu. Dia membentuk lima (5) dalam satu kelompok dan memfasilitas masing-masing mereka dengan satu ekor ayam laki-laki dan satu ekor ayam perempuan sehingga akhirnya usahanya itu berkembang hingga sekarang jumlah ternak ayam mereka suda melebihi 200 ekor.
“Awalnya hanya satu dua orang, saya bentuk menjadi lima orang dengan saya memfasilitasi masing-masing dua ekor Ayam, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan dan akhirnya berkembang sampai sekarang Allhamdulilah sudah melebihi dua ratus ekor lebih,” ungkap La Ali sambil memperlihatkan senyum bahagia di wajahnya.
Laki-laki bertubu tinggi ramping yang baru berdinas kurang lebih 1 tahun di Desa Gulili sebagai Babinkamtibmas itu, dikabarkan sering juga membantu orang-orang sakit.
Dia pernah membantu seorang Nenek yang menderita penyakit gula dara. Waktu itu tidak ada angkutan laut untuk membawa sang Nenek ke Puskesmas terdekat, namun dengan sigap tegapnya sebagai orang anggota Polisi, La Ali mengambil langka mencari kendaraan untuk membawa sang nenek ke Puskesmas terdekat di wilayah itu.
Setelah itu, dia juga membantu seorang Ibu yang hendak melahirkan. La Ali membawa sang Ibu dengan perahu kayu kecil, untuk mencari pertolongan ke Puskesmas Benjina yang jarak tempunya sekitar 2 jam dari Desa Gulili, namun sayangnya perjuangannya itu tidak berhasil menyelamatkan sang Bayi karena Ibu tersebut melahirhan secara prematur dengan usia kandungan baru 6 bulan dan waktu perjalanan dari Desa ke Puskesmas terlalu rumit sehingga Bayi Ibu Itu meninggal dunia.
“Itu air ketubannya sudah pecah, sehingga beta (saya) langsung cari kendaraan, saya gendong dia bawa turun ke perahu kayu, untuk bawa dia ke Puskesmas Benjina dengan waktu tempu 2 jam, ditamba lagi waktu itu cuaca lagi extrim, angin ombak lagi kencang, tetapi katong (kami) tabrak saja, karna yang ada di pikiran beta itu adalah menyelamatkan Ibu itu dengan anaknya.
Awalnya dia berfikir semua ini, katanya pada saat adanya Covid-19. Dimana semua orang diminta untuk tidak bepergian kemana-mana atau di rumah saja, sehingga dia mulai membuat Apotik hidup untuk membantu masyarakat setempat pada saat mereka
Anda mengirimkan pada Hari ini jam 10.58
sakit, dan tujuan lainya adalah agar supaya masyarakat jangan terlalu bergantung pada mengkomsumsi obat-obat kimia.
“Saya mau rubah untuk menjadikan obat tradisional ini sebagai obat hari- hari, sehingga masyarakat tidak keluar ke tempat lain di saat musim Pandemi Covid-19 ini.
Dia berencana dalam tahun ini dia akan buat bak-bak penampungan sampah di Desa Gulili sehingga mengajarkan masyarakat tentang kesadaran membuang sampah yang baik dan benar sehingga lingkungan hidup di Desa Gulili tetap aman dan bebas dari polusi sampah.
Bripka La Ali mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Desa dan segenap masyarakat Gulili yang mendukung semua program-program yang di buatnya sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik. (Nus.M)










Komentar