SUARAPAPARISA.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Sangat disayangkan kualitas pekerjaan Proyek Pembangunan Gedung Baru SMK PGRI Dobo, diduga abal-abal, bagaimana tidak, ditemukan matrial yang digunakan baik itu Batu maupun Pasir sama sekali tidak memenuhi standar sehingga berdampak pada kwalitas beton yang tidak kuat dan retak-retak.
Pembangunan sekolah yang beralamat di Kompeks Perek Kota Dobo, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru itu, diketahui dikerjakan oleh CV. Yoswill Karyamata dengan nilai kontrak sebesar 6,8 miliar yang bersumber dari dana DAK Penugasan SMK.
Sayangnya anggaran pemerintah miliaran rupiah itu bisa saja menjadi sia-sia karena pekerjaan yang abal-abal sehingga melahirkan kualitas Pembangunan yang memprihatinkan dan diduga tidak akan bertahan lama.
Bagaimana tidak, dalam investigasi sejumlah Wartawan di lokasih pekerjaan, nampak tiang beton dan rim balok bangunan tersebut hancur-hancuran, bahkan hanya digaris menggunakan kuku jadi tangan saja semen betonya hancur dan berguguran bagaikan debu yang hanya menempel.
Hal ini membuat Ketua Komite SMK PGRI Dobo, Saudara Jan Apalem tidak terima baik dan memintah kepada Penegak Hukum di Kabupaten Kepulauan Aru maupun Provinsi Maluku untuk memperhatikan pekerjaan tersebut sebelum nantinya rampung dikerjaan dengan kualitas yang abal-abak dan membahayakan kedepan.
“Oleh karena itu, saya minta kepada pihak penegak hukum, dalam hal ini pihak Kepolisian dan Kejaksaan, supaya kalau bisa melakukan penyelidikan terhadap kualitasi dari pada Pembangunan sekolah itu, karena menurut saya pribadi, tidak memiliki standar bangunan yang sebenarnya,’’ ujarnya kepada sejumlah Wartawan di Dobo, Selasa (27/09/2023).
Apalem menjelaskan bahwa dari keterangan yang ia gali dari pihak pengerja, awalnya Matrial Pasir diambil dari Pantai (Pasir Pantai), namun setelah terjadi masalah karena kualitasnya kurang bagus, maka digali lagi dari halaman atau lingkungan sekolah yang sebenarnya bukan Pasir tetapi tanah.
Sehingga menurutnya, hal ini patut dipertanyakan, sebab kalau Matrial diambil dari lingkungan sekolah, lantas mekanisme pembayarannya sepert apa dan dibayarkan kepada siapa, sebab secara otomatis di dalam RAB Proyek tersebut sudah dicantumkan anggaran pengadaan matrian pasir.
“Tetapi kalau misalnya diambil dari lingkungan sekolah, kira-kira itu bagaimana, dibayarakan kepada siapa dan bagaimana cara pembayaran per retnya,’’ tanya Apalem heran.
Informasi lain yang berhasil dihimpun awak media ini, diduga kuat jangan-jangan Kepala Sekolah SMK PGRI Dobo A. Barends sudah ikut terlibat kong kali kong dengan Pelaksana Pekerjaan dan Pengawas Proyek, pasalnya dengan kewengan sebagai Kepala Sekolah dan selaku Pengawas Internal sama sekali tidak mempersoalkan pekerjaan tersebut, padahal terjadi setiap saat di depan mata.
“Kepsek rupanya seng bisa bicara lai, soalnya matrial Pasir itu kalau tidak salah Kepsek yang atur akang dengan Beliau punya Keluarga, jadi dicurigai Pasir yang diambil masih basah-basah karena diambil dari dalam air juga langsung di pakai,’’ ujar Sumber yang memintah namanya tidak dikorankan.
“Pa Barends (Kepsek) sama sekali tidak ambil langkah-langkah untuk menegur pihak Kontraktor, bahkan terkesan ikut-ikutan apa yang dikerjakan mereka,’’ tambahnya.
Perlu diketahui bahwa permasalahan tersebut jauh sebelumnya telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru oleh Ketua Komite SMK PGRI Dobo Saudara Jan Apalem, namun hingga kini belum ada informasi tentang langkah-langkah hukum apa yang sudah ditempuh Lembaga Adiyaksa itu.
Apalem bukan hanya meminta perhatian Kejaksaan dan Kepolisian di Kabupaten Kepulauan Aru, tetapi dirinya juga memintah perhatian Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terhadap hal tersebut, karena baginya kewenangan SMA dan SMK merupakan kewenangan Provinsi.
“Bagaimana saya sebagai Ketua Komite tidak minta Kejati Maluku telusuri anggaran Pembangunan SMK PGRI Dobo yang menelan anggaran 6,8 miliar lebih, sementara matrial yang digunakan jauh dari kata standar, sehingga kuat dugaan terjadi unsur mark up didalamnya,’’ tandas Apalem belum lama, dilansir dari Siwalima.com.(*)








Komentar