oleh

Kuota Calon Jemah Haji Bursel Tahun 2020 Gagal. Kolengsusu : Menunggu Tahun 2021.

Bursel, SP. Com. Kuota calon jemah haji kabupaten buru selatan akan di siapkan untuk berangkat pada tahun 2020 harus menunggu tahun 2021 dari total pendaftar calon haji berkisar 300 orang lebih, yang saat ini sudah masuk dalam daftar jemaah haji dan sudah melengkapi berkas-berkas yang telah di siapkan.

Sedangkan untuk kuota kabupaten buru selatan mencapai 45 orang yang setiap tahun berangkat ke tanah suci, angka ini menambah dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya 20-25 orang.

Kepala Bimas dan Haji Kabupaten Buru Selatan Usman Kolengsusu diruang kerjanya menjelaskan, saat ini kita belum ketahui informasi dari pusat terkait calon jemaah haji untuk di berangkatkan ke tanah suci. Jadi tunggu intruksi dari kemenag di pusat dan kanwil di ambon untuk jadwal keberangkatan haji pada tahun 2021 nantinya. Rabu 5/8/2020.

Jadi untuk tahun 2020 ini kita nyatakan habis alias bersih calon jemaah haji ke Jeddah, sehingga kita tetap standby menunggu informasi lanjut,”ungkapnya.

Dan untuk perlu di ketahui bahwa untuk calon jemaah haji yang mau mendaftar harus mengikuti mekanisme yang sudah di tetapkan oleh kemenag buru selatan.

Tambahnya mengatakan, semua kita tahu bahwa dengan pandemi covid 19 menyebabkan tamu ALLAH SWT harus gagal berangkat sehingga untuk kuota calon haji 2020 ini akan di limpahkan ke tahun 2021 nantinya,”bebernya.

Saat ini masyarakat buru selatan makin hari makin banyak yang melakukan pendaftaran di kantor kementerian agama kabupaten buru selatan sehingga kuota calon jemaah haji menambah banyak berkisar 300 lebih dari akomulasi jumlah yang sudah di siapkan kemenag.

Bagi para calon jemaah haji buru selatan untuk uang penyetoran haji dapat langsung datang ke kantor kemenag untuk mengisi formulir/data-data yang sudah di siapkan panitia,”jelasnya.

Harga ongkos calon jemaah haji yang mau mendaftar perorang mencapai Rp. 38.000.000, ini pun sudah masuk dalam bantuan subsidi Pemda buru selatan, angka ini sudah termasuk bersih dari pelayanan yang sudah d siapkan, termasuk embarkasi ke jeddah pulang pergi, lauk pauk dan pelayanan lainnya.

“Nilai 38 juta ini sudah termasuk murah dari pada yang biasanya calon jemaah haji mulai mendaftar untuk berangkat ke tanah suci minimal 70-80 juta kalau kita mau ikuti normalnya,” ungkapnya.

Sesuai surat Menteri agama no 494 tahun 2020 Tetang pembatalan penyelengaraan jemaah haji, kami dari kemenag buru selatan terus melakukan langkah-langkah monitoring untuk memastikan informasi lebih detail.

Kami pun sudah memanggil calon jemaah haji dan elemen masayrakat untuk melakukan pertemuan/rapat untuk membicarakan terkait pembatalan keberangkatan calon jemaah haji. Kami pun sudah menyurati pemerintah daerah kabupaten buru selatan bahwa jemaah haji buru selatan untuk tahun 2020 ini batal di berangkatkan, di akibatkan pandemi covid 19,”katanya.

Pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan,  menghadapi pandemi covid 19 agar virus ini secepatnya berlalu sehingga tamu ALLAH SWT dapat melaksanakan kewajibannya selaku orang yang beriman,”tutupnya. (BNF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed