oleh

Letak Kekuatan Terbesar NKRI ada pada Nilai Persatuan antara Pemerintah dan Tampuk Warisan Adat Budaya Leluhur Nusantara

Suarapaparisa.com, (Para Sultan dan Raja se-Nusantara Hendaknya diberi Tempat yang Layak dalam Tata Laksana Kenegaraan dalam bingkai NKRI).

*Carik ranting Cenderawasih Papua*

Ketika kalimat “Nusantara” digaungkan sebagai lambang pusat Ibu Kota Negara (IKN), pertanda tabuh genderang Warisan budaya leluhur Nusantara terkaktifkan kembali dalam konsep berbangsa dan bernegara. Kedigdayaan bangsa Indonesia tercetus oleh penyatuan budaya leluhur Nusantara, yang bertalihkan kasih dalam penyatuan keberagaman antar Ras, Budaya, Suku dan Agama. Bersatunya Indonesia terlantar belakangi oleh penyatuan konsep dasar untuk bernegara oleh para Sultan dan Raja se- Nusantara. Menelisik sosok Patih Gajah Mada, yang tercatat dalam kitab Paraton dengan kisahnya Sumpah Palapa untuk menyatukan bumi Nusa-antara/Nuswaantoro/Nusantara Indonesia di bawah Panji-panji kekuasaan kerajaan Maja Pahit pada saat pengangkatannya sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit ± 1258 (1336 M), kekuasaannya hingga separuh wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Asia Kecil. Realita saat ini, berbanding terbalik, dimana wilayah Nusantara perlahan dianeksasi dan dikuasai oleh bangsa asing.

Lalu apa yang salah dalam konsep berpikir generasi bangsa saat ini ???? :
1. Kita terlalu jauh berjalan mengikuti budaya asing, terkesan terhipnotis dengan konsep pemerintahan dalam bernegara dengan mengadopsi sistim budaya asing/aseng, sementara budaya leluhur, nilai dasar budaya kerjaan dan kesultanan perlahan kita tinggalkan atau tak diberi tempat spesial dalam menopang tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga check and balance dalam absolutitas tatanan negara terkesan berjalan pincang.
2. Warisan budaya leluhur nusantara tak tertata rapih dalam statuta kehidupan berbangsa dan bernegara, artinya; adat budaya leluhur nusantara (keterwakilan para raja dan sultan), tak di masukan dalam tata laksana negara, maka muncullah egosentris persaingan antar jabatan pemerintahan dan warisan adat budaya leluhur nusantara.
3. Zaman penjajahan, para Raja dan Sultan turut bertempur habis²an untuk membela negara, bangsa dan wilayah warisan budaya leluhur. Cth: Sultan Hamengkubuwono IX, Sultan Hasanudin, Tuanku Imam Bonjol, Kapitan Pattimura, Sultan Beabullah Ternate, Raja Johanes Manuel Manoppo dan Jacobus Ponto, Raja Nai Kopan NTT, Raja Sikka dan lain sebagainnya, menandakan perlawanan saat masa sulit melawan penjajah sebelum Indonesia merdeka.

Lalu apa yang harus dilakukan, untuk terwujudnya keseimbangan antara sistim pemerintahan negara dan sistim tatanan warisan adat budaya leluhur nusantara ????

Mohon pertimbangan Pemerintah 🙏🏼: Perlu dibentuk wadah khusus untuk mengikat erat tali silaturahim antar budaya dalam keberagaman nusantara dengan membentuk :
1. Dewan khusus Penasehat Adat Nusantara yang berisikan utusan para Raja dan Sultan se-Nusantara, bertempat di pusat Ibu Kota Negara (IKN), dan bertugas sebagai penasehat khusus Presiden dan Para Menteri yang diberi tugas tambahan sebagai fasilitator masyarakat adat di wilayahnya dan pemerintah, ATAU;

2. Setiap Provinsi dan Kabupaten/Kota, ada utusan khusus penasehat Gubernur dan Bupati serta Wali Kota yang diangkat dari kalangan para Raja dan Sultan untuk membantu terselenggaranya roda pemerintahan di daerah, atau –

3. Pemerintah dapat menambah jatah utusan khusus perwakilan daerah (DPD RI) dari empat (4) orang wakil, menjadi enam (6) untuk setiap provinsi dengan mengadopsi minimal dua (2) orang keterwakilan adat dari berbagai daerah dan wilayah di Indonesia, atau –

4. Pemerintah kiranya membentuk dan memfasilitasi wadah khusus Paguyuban Nusantara Bersatu untuk mendata merangkul para Raja dan Sultan se Nusantara guna mempererat hubungan tali silaturahim antara pemerintahan negara dan warisan adat budaya luhur nusantara.

Mengapa demikian ??? :
Sebab Indonesia adalah bangsa besar, dan bangsa yang sulit ditaklukan para musuh. Hanya celah persatuan dalam keberagaman yang menjadi pemicu keretakan dan perpecahan Nuswantoro. Mari kita jaga bersama nilai persatuan dalam keberagaman demi tetap tegak nya keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

*Cinta Kasih Menyatukan Segala Perbedaan dalam Keberagaman Nusantara* ASK
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Dari Tanah Papua,
Salam Kasih dan Hormat,

Andy Sadipun Komber 🙏🏼🇲🇨

Ada satu hal menarik, bahwa ketika budaya leluhur nusantara dipersatukan,

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed