Bursel, SP. Com. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan warning bagi Kabupaten Buru Selatan dan daerah-daerah lain yang sudah masuk zona hijau untuk melakukan penerimaan siswa baru tahun ajaran 2020- 2021 sudah bisa kita selenggarakan tahap pertama yaitu bagi siswa-siswi SMA, SMK dan SMP untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan tatap muka langsung tetapi harus dengan mengunakan protokol kesehatan.
Dikatakan Bupati Kabupaten Buru Selatan DR. Tagop Sudarsono Soulisa, SH.,MT dalam sambutanya di acara One Day Not Rice (sehari tanpa nasi beras) di pantai pariwisata wamsoba desa wali, Kamis (18/6/2020).
“Kami sudah melakukan pertemuan bersama tim gugus tugas percepatan penangan covid 19 Kabupaten Bursel untuk tetap menjaga protokol kesehata bagi siswa-siswi yang masuk ke ruangan sekolah harus cuci tangan, memakai masker, jaga jarak dan jaga kebersiahan sesuai anjuran pemerintah”, “jelasnya.
Lanjutnya, sudah perintahkan kepala dinas pendidikan untuk mengkordinir penerapkan protokol kesehatan di tiap-tiap sekolah se kabupaten buru selatan dengan tatap muka langsung,
Pemberlakuan new normal oleh pemerintah daerah kabupaten buru selatan provinsi Maluku yang masuk dalam Jona hijau sebagai salah satu wyujut kepedulian pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara sebagai salah satu poin terpenting yang termuat dalam UUD 1945. Pasas 31 ayat 3, 5, 3,”pungkasnya.
Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistim pendidikan nasional, yang meningkatkan keimana dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam ranggka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Olehnya itu, dengan situasi dan kondisi pandemi covid 19 pada pertengahan tahun mulai dari Januari 2020 banyak sekolah yang di liburkan oleh pemerintah mengigat covid 19 yang dapat merusak generasi pendidikan saat ini. Dengan adanya pemberlakuan warning oleh pemerintah pusat maka daerah-daerah yang sudah masuk zona hijau agar memulai dan membuka semua akses baik transfortasi laut darat, udara tempat-tempat umum dan dikhususkan buat pendidikan di tiap-tiap sekolah untuk dapat melakukan proses tatap muka langsung dalam proses belajar mengajar.
Anjuran pemerintah terkait protokuler kesehatan yang harus di jaga berbagai elemen masyarakat dalam situasi dan kondisi saat ini menghadapi covid 19 terutama bagi anak didik sehingga pemerintah pada bulan Juni 2020 ini segera melakukan langkah-langkah positif bagi daerah-daerah yang sudah masuk new normal agar melaksanakan proses pembelajaran di tiap-tiap sekolah dengan mengacu kepada aturan-aturan protokuler kesehatan tetap di jaga.
dan masyarakat harus menyadari betapa pentingnya kesehatan bagi diri kita, keluarga dan lingkungan, dengan melakukan cuci tangan saat masuk di tempat-tempat umum, jaga jarak antara satu dengan yang lain, memakai masker agar tidak terjangkit virus covid 19 dan lainnya,”jelasnya.
Proses paradigma pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan salah satu ujung tombak dan eksitensi yang sangat penting dalam melaksanakan dan mengembangkan kajian ilmu pengetahuan bagi generasi yang akan datang demi perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia dan khususnya masyarakat buru selatan.
Bertitik dari hal di atas pemerintah pusat secepatnya mengambil langkah-langkah aktif dalam menstabilkan sistim ekonomi masyarakat mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah pelosok timur yang sudah tidak terdampak pandemi covid 19.
Dalam acara tersebut hadir, Ketua DPRD kabupaten buru selatan Muhajir bahta, yang juga ketua DPD partai Nasdem, sekretaris dewan Hadi longga, kepala kantor kementrian agama usaman bahta, Waka polres pulau buru Kompol Bachri. SE.MSi. Danki kabaresi namrole Lettu Vikodey A. Para pimpinan OPD, para staf ahli para Kepala Kantor BNN, PERHUBUNGAN, BPJS. STATISTIK, BANK BRI, BANK MODEREN dan stakholder lainnya. (NF)










Komentar