oleh

Pelata Menyoroti Keterlambatan Pembangunan Infrastruktur Di Pulau Babar Kabupaten MBD

Ambon, SP. Com. Berbagai Pembangunan Infrastruktur, baik itu sarana maupun prasarana yang sudah dibangun Pemerintah Provinsi Maluku di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), namun masih terdapat wilayah, seperti di Pulau Babar Besar yang pembangunan infrastrukturnya, seperti sarana dan prsarana jalan, pendidikan sangat terlambat, bahkan tidak ada perhatian Pemerintah Provinsi sama sekali. Penegasan ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Komisi IV Hengky Ricardo Pelata kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Kamis 1 Oktober 2020.

Dijelaskan, untuk peningkatan pembangunan sarana jalan provinsi di pulau Babar Besar Kabupaten MBD sepanjang, kurang lebih 43 kilometer, mulai dari ibukota kecamatan, yakni Tepa sampai masuk ke Babar Timur sudah bertahun-tahun, bahkan sejak kabupaten MBD masih berada di kabupaten Malra, tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah provinsi sampai dengan tahun 2020 ini. Padahal jalan tersebut, selalu dilalui masyarakat, sebagai transportasi guna peningkatan ekonomi mereka.

Sebagai Putera Babar, Hengky Pelata mempertanyakan, apakah dalam proses  pembagian anggaran (Dia Pakai Istilah Kue) selama ini oleh pemerintah provinsi Maluku, pulau Babar Besar yang masuk dalam kabupaten MBD bukan bagian dari provinsi Maluku,  karenanya  melalui hasil Reses, pihaknya sudah menyampaikan, ke Pemerintah Provinsi melalui Kepala Dinas PUPR, agar menjadi perhatian yang serius sehingga diharapkan memasuki tahun 2021, proses pembangunan jalan dari Tepa ke BabarTimur sepanjang 43 kilometer sudah masuk dalam anggaran prioritas, “ungkapnya tutup. (LY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed