oleh

Proses Belajar Jarak Jauh Untuk SMAN 22 Malteng Tidak Maksimal

Suarapaparisa.com, Akibat merebahnya covid 19 hampir semua sekolah, dari tingkat SD, SMP Dan SMA sederajat, melakukan pembelajaran jarak jauh atau Daring dan Luring, yakni Dalam Jaringan dan Luar jaringan, termasuk SMA Negeri 22 Malteng, juga melaksanakan PBM jarak jauh dengan sistim Daring dan Luring, “kata Kepala SMA Negeri 22 Malteng, Hamaya Tawainela, S.Pd saat ditemui diruang kerjanya, Senin 15 Februari 2021.

Menurutnya, semua SMA yang berada di Kecamatan Salahutu Malteng menganut proses belajar jarak jauh Dalam Jaringan (Daring) dan luar Jaringan (Luring), tidak berani melakukan proses belajar tatap muka, memang ada surat edaran kemendikbud, untuk ada sekolah yang diperbolehkan, melakukan proses belajar tata muka, namun pihak kecamatan, terutama Pak Camat yang adalah ketua Gustu covid 19 melarang semua sekolah melakukan proses belajar tata muka, sehingga kami pun mentaati apa yang disampaikan pihak kecamatan, mengingat kecamatan Salahutu masih berada di Zona Merah, bahkan ada yang terkonfirmasi covid 19, padahal hampir semua SMA, sudah mempersiapkan segala sesuatu, berkaitan dengan proses belajar tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan, seperti ruang belajar, dibatasi 10 sampai 15 siswa, masker, alat mencuci tangan, waktu pembelajarannya, pihak guru-gurunya, yang mengajar, namun karena pihak kecamatan tidak memperbolehkan maka kami mengikuti, dan kembali belajar jarak jauh, yakni Daring dan Luring, yang selalu kami lakukan.

Dalam proses belajar jarak jauh, terkendalanya, ada pada pulsa dan keterlibatan orang tua, jika peran orang tua tidak menunjang, maka pembelajaran yang dilakukan sangat tidak maksimal, “ungkap Hamaya tutup. (L2B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed