oleh

Puting Beliung Menghantam Warga Gorom (SBT) Saat Sedang Sahur

SBT, SP. Com. Angin puting beliung merusak 16 rumah di Kampung Namalean Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku, Kamis (23/04/2020) dinihari sekitar pukul 03.00 WIT. Peristiwa itu terjadi ketika masyarakat setempat sedang menikmati makanan sahur.

Warga Namalean, Haris Kelilauw kepada SP.com. melalui saluran selular menjelaskan, angin puting beliung berlangsung sekitar lima menit pada saat sebagian warga sedang menikmati makan sahur. Sempat terjadi kepanikan, namun warga tetap bertahan di dalam rumah dengan meningkatkan kewaspadaan.

Akibat dari peristiwa tersebut , 4 rumah warga yang dilanda puting beliung rusak berat dan 12 rumah rusak ringan. Angin puting beliung juga merusak sebagian atap masjid yang berada di sekitar pantai. Tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya 68 jiwa untuk sementara mengungsi ke rumah-rumah tetangga karena kuatir terjadi puting beliung susulan.

Menurut Haris Kelilauw, angin puting beliung yang menerjang kampungnya pada Kamis dinihari merupakan peristiwa alam yang baru pertama kali terjadi. Dalam beberapa kejadian, puting beliung kerap merusak pemukiman warga di daerah-daerah pesisir Pulau Gorom, namun di Namalean baru pertama kali terjadi.

Ditambahkan Haris Kelilauw, bencana puting beliung telah dilaporkan ke Camat Pulau Gorom dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBT dan Dinas Sosial SBT melalui Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD SBT Constansius Kolatfeka.

Secara terpisah, Anggota DPRD SBT Constansius Kolatfeka membenarkan musibah alam tersebut. Aktivis lingkungan ini mengaku telah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat, dan meneruskan ke Kepala BPBD SBT Usman Keliobas dan Kepala Dinas Sosial SBT.

“Saya mendapatkan informasi dari masyarakat Namalea melalui saluran telepon sekitar pukul delapan pagi, langsung saya telepon Kepala BPBD Usman Keliobas dan Kepala Dinas Sosial. Saya mintakan agar korban puting beliung di Namalean harus segera ditangani karena mereka yang rumahnya rusak berat belum bisa kembali ke rumah dan menumpang di rumah-rumah keluarga,” aku Kolatfeka.

Ditambahkan, bencana puting beliung seperti yang terjadi di Namalean, mengisyaratkan bahwa pemerintah daerah harus menyisihkan sebagian anggaran untuk menangani berbagai bencana. Olehnya, pemerintah daerah diingatkan untuk tidak mengarahkan semua anggaran hanya pada upaya pencegahan dan penanganan Covid 19. (**)

 

Pewarta : SP05

Editor : Admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed