Suarapaparisa.com, Perekonomian Provinsi Papua Barat tumbuh positif pada triwulan IV dibanding Tr sebelumnya, dimana Pendapatan Regional Domestik Bruto (PRDB), tumbuh positif sebesar ± 1.03% (yoy), dari tr. Sebelumnya yang terkontraksi ± – 1.98% (q-to-q). Asumsi pertumbuhan ekonomi Papua Barat didorong dari pertumbuhan ekonomi Rumah Tangga, dan Investasi. Sedangkan konsumsi pemerintah, investasi dan eksport LN, serta mmasa pandemic Covid-19 dan faktor stabilitas politik dan keamanan, menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi di Papua Barat. Di lihat dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan positif terdorong oleh sektor kehutanan, pertanian, pertambangan dan kelautan serta perdagangan salah menengah dn eceran. Sementara industri pengolahan dan konstruksi menjadi faktor penghambat laju pertumbuhan ekonomi di Papua Barat.
*Analisis keuangan Prov. Papua Barat*
Ada peningkatan realisasi belanja APBN namun menurun pada realisasi APBD ta. 2021 yang berdampak pada penurunan konsumsi pemerintah pada kwartal IV. Realisasi pendapatan APBN meningkat ± 4.99% (yoy). dari sisi belanja, tingkat realisasi belanja APBN PB meningkat dari ± 55.39% (yoy), pada triwulan III ta. 2021, menjadi ± 104.66% (yoy), pada kwartal IV. Akibatnya, Realisasi pendapatan APBD seluruh Pemda di PB, mengalami penurunan ± -23.82% (yoy). Pertumbuhannya negatif akibat perlambatan putaran ekonomi dampak pembatasan aktifitas akibat Covid-19.
*Tingkat Inflasi*
Inflasi di Provinsi Papua Barat meningkat pada triwulan IV seiring masa pemilihak ekonomi dan pencapaian target vaksinasi masal (Kerjasama PEMDA dan Pihak TNI-POLRI), membuahkan hasil yang maksimal). Inflasi di PB dalam batasan wajar dan terkendali ± 3.47% (yoy), bergerak searah inflasi nasional. Inflasi di beberapa Kab. di PB masih lebih rendah ± 3 39% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ekonomi di PB dapat di tekan dengan berbagai kebijakan suplai bantuan oleh pemerintah baik Tk. Pusat maupun Daerah sehingga Inflasi dapat ditekan pada batas wajar.
*Tantangan Pertumbuhannya Ekonomi di Papua Barat atl :*
1. Peningkatan tingkat pengangguran
2. Kendala Investasi pada infrastruktur
3. PAD sektor pajak dan penghasilan diluar pajak masih tergolong rendah
4. Pertumbuhan tingkat kemiskinan ± 20%
5. Penghasilan utama masih mengharapkan bantuan APBN melalui kebijakan OTSUS dan sharing DPK
6. Perhitungan pendapatan penghasilan dari sektor Migas dan Pertambangan masih bruto belum net, artinya perlu ada sistim kontrol yang jelas untuk perhitungan prosentase laba perusahaan dan pendapatan daerah
*SOLUSI :*
*1.* Membuka lapangan pekerjaan melalui rekrutmen tenaga kerja di perusahan yang ada di wilayah Papua Barat
*2.* Kerja sama Pemerintah dan BP3OKP dalam upaya percepatan pembangunan di Papua Barat
*3.* Menarik sebanyak mungkin investor dengan membuka opsi atas berbagai sektor unggulan yang ada di PB
*4.* Membina khusus pengusaha pribumi Papua untuk mandiri dalam bidang kontraktor leveransir.
*5.* Membuka sebanyak-banyaknya peluang usaha UMKM untuk menunjang laju putaran ekonomi masyarakat PB.
*6.* Membuka peluang sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan pariwisata
*7.* Sistim kontrol pengunaan dana yang transparansi, komprehensif dan akuntabel. (Kontrol dana tak tersumbat di Bank agar tak ada SILVA, harus digunakan pada prospek unggulan daerah sesuai program kerja).
*8.* Monitoring sistim informasi terpadu satu pintu, untuk mempermudah masyarakat dalam perkembangan informasi dan mengetahui detail persoalan di lapangan.
*9.* Sosialisasi terpadu dan tepat sasaran oleh perwakilan Pemda, DPRP, MRP, DAP dan semua pihak terkait lainnya agar ada keseimbangan dalam program kerja.
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
Salam Pancasila
Salam Merah Putih
Salam Hormat
*Andy S Komber🙏🏼*










Komentar