Ambon, Suarapaparisa.com, SMA Negeri 1 Ambon menggelar kegiatan SMANSA English Debating Competition tingkat SMA/SMK/MA se-kota Ambon dan pulau Ambon, dalam rangka memperingati Bulan Bahasa tahun 2023 yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Ambon, pada Jumat (20/10/2023).
Kegiatan SMANSA English Debating Competition di ikuti oleh 13 team antara lain,
SMA Negeri 2 Ambon-2 tim, SMA Negeri 4 Ambon-2 tim, SMA Negeri 5 Ambon-2 tim, SMA Negeri 6 Ambon – 1 tim, SMA Negeri 13 Ambon-1 tim, SMA Lab School UNPATTI-1 tim, SMA negeri 3 Seram Bagian Barat – 2 tik, SMA Negeri 1 Ambon -2 tim (tuan rumah).
Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, yang diwakili Kepala Bidang GTK,Dra. Paula Tahapary M.Si, dalam sambutannya menyampaikan, penguasaan bahasa asing/Inggris menjadi sebuah keharusan di zaman globalisasi seperti ini karena bahasa merupakan suatu instrumen penting untuk membangun komunikasi dengan orang lain.
Oleh karenanya, kita di tuntut untuk dapat bisa berbahasa asing/Inggris agar bisa mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju.
Menurutnya, salah satu cara untuk untuk mengajarkan bahasa asing/Inggris adalah dengan cara debat bahasa Inggris. Debat adalah proses komunikasi dimana siswa diwajibkan untuk menampilkan satu topik tertentu dengan menggunakan bahasa Inggris, sehingga segala kemampuan siswa dapat dinilai oleh tim juri.
“Sejatinya lomba debat bahasa Inggris adalah menganalisis masalah dalam berbagai sudut pandang dan memunculkan ide-ide dan gagasan baru dan mencari solusi terbaik,” Jelas Tahapary.
Kepala sekolah SMA Negeri 1 Ambon, A. J. Tahalele dalam sambutannya mengatakan kegiatan debat bahasa Inggris ini sebenarnya merupakan program tahunan, karena kita di kondisi covid 19 sehingga kegiatan tidak sempat dilakukan. Tahun ini dalam rapat kerja SMA Negeri 1 Ambon program kegiatan debat bahasa asing kembali diangkat oleh teman-temannya guru bahasa untuk kembali dilakukan.
“Di SMA Negeri 1 Ambon ini bahasa yang diajarkan kepada siswa selain bahasa Inggris juga ada bahasa Jerman, kedepannya kalau sumber daya manusia di sekolah ini memungkinkan, saya akan mengembangkan bahasa yang lain, seperti bahasa Mandarin,” Jelas Tahalele.
Saya berharap lewat kompetisi ini akan melahirkan bibit-bibit yang bagus yang nantinya terus dibina dan pada waktunya nanti kompetisi pada tingkat provinsi maupun nasional kita bisa bersaing.
Ditempat terpisah, saat di wawancarai media ini kepala sekolah SMA Negeri 1 Ambon, A.J.Tahalele mengatakan, saya berharap minimal semua SMA di kota Ambon ini bisa menggelar kegiatan debat bahasa Inggris, sebab di era globalisasi ini penguasaan bahasa Inggris sangat penting.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat mendorong para siswa untuk mendalami bahasa Inggris sekaligus bisa terampil berbahasa Inggris.
Harapan saya kedepannya kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus meningkat, sebab kalau semakin banyak sekolah yang ikut, itu berarti dipastikan sekolah itu sudah membiasakan siswa untuk berbahasa Inggris.
“Mudah-mudahan tahun depan, kita akan menggelar kegiatan debat bahasa Jerman atau Mandarin, sebab kurikulum merdeka tidak secara spesifik untuk bahasa tertentu saja, tetapi siswa di tuntut untuk menguasai bahasa asing, tergantung sumber daya manusia (guru) kalau ada yang bisa menguasai bahasa tertentu, seperti Mandarin atau Jepang, maka dikembangkan di sekolah,” Tutup Tahalele. (*










Komentar