oleh

Solusi Lunasi Beban Negara

Suarapaparisa.com, Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan II tahun 2022 tercatat sebesar ± 403,0 Miliar Dolar AS, perlahan turun dibandingkan posisi triwulan sebelumnya mencapai ± 412.6 Miliar Dolar AS.

Sebenarnya polemik Utang Luar Negeri (ULN), sangat mudah untuk di atasi. Mengapa bisa ???, dasarnya Indonesia adalah Negara yang Kaya Raya dalam segala dimensi. Lalu bagaimana caranya ??? Ada beberapa langkah atl :

1. Data lumbung Pertambangan dan Migas yang masih belum tersentuh di seluruh koridor NKRI
2. Data Lumbung Pertanian terkait area/lahan dll
3. Data Lumbung Perikanan dan Kelautan
4. Data Lumbung Potensi Kehutanan
5. Data Lumbung dana milik WNI baik “Legal maupun Ilegal”, yang di simpan di Luar Negeri
6. Data Lumbung Potensi pariwisata dalam negeri kemudian dikembangkan dengan berbagai teknologi penunjang
7. Transparansi penggunaan APBN terkait dana transferan ke Daerah dan transparansi program kerja serta sinkronisasi penggunaan dan serapan anggaran
8. Data potensi EBT berdasarkan pemetaan kawasan Barat, Tengah dan Timur
9. Data Potensi Lumbung Perkebunan Sawit Nasional
10. Data Potensi Hutang Luar Negeri pada negara kita

Setelah kita miliki data dan hitungan yang akurat, maka kita akan tahu berapa berapa Tahun kita mampu Lunasi ULN.

Selanjutnya : ….????

Fokus pengolahan Lumbung dengan presentase 25% setiap satuan potensi lumbung di masukan ke pos khusus untuk pelunasan ULN, kemudian 25% ke Pos Khusus pembayaran bunga ULN dan sisanya 50%, masuk sebagai kontribusi APBN. Tentukan tenor berapa tahun fokus pelunasan ULN dan negara mana saja prioritas utama pelunasan.

2. Pos APBN hasil pajak dll, tak perlu digunakan u pembayaran utang, dapat digunakan untuk pembangunan Infrastruktur dan subsidi sosial kemasyarakatan dan anggaran pos belanja Pemerintah dan pembayaran gaji PNS.

3. Pihak Pemerintah dalam gal ini, Presiden dapat menunjuk langsung pihak Kemenkeu, OJK dan Kementerian BUMN u bekerja sama dalam progress pelunasan ULN. Artinya, hasil lumbung dapat disetor langsung ke Kas Negara melalui pos khusus yang ditugasi untuk pelunasan ULN.

4. Jangan lagi gunakan cara barat dengan segala teori ekonomi, trik dan hitungan rumus yang mengelabui dan mengikat untuk membayar ULNnya. Marilah kita berpikir konsep yang sederhana dengan cara dan ciri dan corak khas bangsa kita untuk melunasi segala kewajiban kita atas ULN.

5. Jika kita renungkan, hanya satu lumbung dapat melunasi seluruh ULN, yakni lumbung Pertambangan dan Migas yang masih belum tersentuh dan belum terolah. Sebaiknya Pemerintah menentukan misalnya khusus Blok Wabu dan beberapa tambang di fokuskan sebagai jaminan untuk melunasi ULN bersama pihak ke tiga pengelola, dengan jangka waktu ± 10 thn berjalan. Maka tahun ke -11 adalah tahun suka cita bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi tuan di negeri sendiri.

Data lumbung kita lemah berakibat kita tak tahu letak potensi devisa negara, kita berhutang pada pihak luar namun kita lupa kalau pihak luar tau kita negara kaya raya yang tanpa ULN pun, kita mampu menjadi bangsa besar dalam segala dimensi.
Intinya kenali diri, bangsa kita dan kembangkan potensi yang ada untuk menopang kehidupan berbangsa dan bernegara.
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Salam satu Jiwa NKRI,
Salam Pancasila,
Salam Hormat,

Andy S Komber 🙏🏼🇲🇨

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed