Ambon, SP. Com. Pusat perbelanjaan atau mal yang buka saat penerapan Pembatasan Kerja Masyarakat (PKM) di Kota Ambon-Maluku, sepi pengunjung dan pembeli. Salah satunya pusat perbelanjaan di Tantui Ambon, Selasa (9/6/2020), suasananya tak seperti sebelum penerapan PKM yang sedikit ramai. Meski tak seramai sebelum wabah Virus Korona.
Suasana sepi pembeli, membuat sebagian pemilik toko pakaian terpaksa menutup sementara tempat usaha mereka. Namun ada juga pemilik toko yang nekat berjualan.
Andre Saputra, salah satu karyawan toko pakaian mengaku, tetap membuka toko karena ingin mengejar setoran. Sejak Pandemi Covid 19, penghasilan jauh dibawah standar.
“Hari pertama pemberlakuan PKM, sebagian besar toko di sini malah tutup. Sebelum lebaran kan buka semua. Padahal setahu saya itu pertokoan boleh buka, tapi ada batas waktu yang sudah ditetapkan oleh Penerintah Kota Ambon,”terang Andre.
Dari pantauan media, suasana sepi pada pusat perbelanjaan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Padahal harga promo banyak ditawarkan di tiap rak.
Salah satu pembeli, Ema mengatakan, dia hanya berbelanja untuk kebutuhan rumah tangga biasa. Tak ada pula yang disiapkan untuk persediaan, karena PKM dirasa tidak mengganggu aktifitas masyarakat.
“Belanja kebutuhan biasa, ya minyak, sabun, mie. Memang buat sehari-hari,”terang Ema. (**)










Komentar