oleh

Tahun 2021 Penjualan Tiket Kapal Pelni Gunakan ATM.

Ambon, SP. Com. PT. Pelni, memasuki tahun 2021, akan merubah sistim pembelian tiket kapal laut, yang sedianya menggunakan uang tunai secara manual, diubah menggunakan sistim, Ajungan Tunai Mandiri (ATM), demikian disampaikan Kepala PT. Pelni Cabang Ambon, Drs.Samto kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 8 November 2021.

Dijelaskan, sebelum pelaksanaannya, pihak Pelni akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik itu dikantor, cabang maupun dikantor penjualan tiket yang ada dipelabuhan Yos Sudarso.

Menurutnya pembelian tiket dengan menggunakan ATM sangat mempermudah dimana uang yang masuk tepat, dan dipotong sesuai dengan harga tiket yang dijual, lagi pula masyarakat tidak memegang uang yang banyak, yang dibawa kesana kemari hanya ATM saja,dan sistim ini tahun 2021 sudah diberlakukan,”ungkap Samto.

Sedangkan untuk angkutan Natal dan Tahun Baru menurut Samto, pihak Pelni telah menyiapkan seluruh armada kapal laut, baik itu kapal yang daya angkut 2000 orang, seperti Dorolonda, Nggapulu, Tidar, Dobonsolo, melakukan pelayaran normal seperti rutinitas seperti biasa, dan untuk kapal laut dengan kapsitas muat 1000 orang, seperti,KM Leuser dan Sirimau, juga dipersiapkan dalam angkutan Natal dan Tahun Baru, termasuk juga kapal dengan daya angkut 500 orang, yakni KM Sangiang dan Pangorango,” tuturnya.

Selain itu, untuk pelayaran kawasan Maluku dilayani normal, dengan 8 kapal perintis,yang berada dibawah pengawasan PT.Pelni, semuanya sudah selesai Doking, dan sementara beroperasi, 3 kapal dengan Home base Saumlaki, 5 kapal laut sebagai kapal Perintis dengan Hombes Ambon, dimana dimasa covid 19 seluruh kapal melakukan pelayaran normal-normal saja.

Samto mengakui dimasa covid 19, dari bulan ke bulan angkutan penumpang mengalami peurunan yang sangat tajam, misalnya dari bulan Oktober ke-Nopember, dibulan Oktober 2020, angkutan penumpang sekitar 5000 orang, dibulan Nopember ada kenaikan sedikit yakni menjadi 7000 orang, atau sekitar 30 persen, namun sebelumnya hanya biasa mengangkut 1000 orang, 2000 bahkan paling banyak 3000 orang. Jika dibandingkan angkutan Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya, biasa mencapai 40 ribu orang, sedangkan tahun ini sampai dengan Desember baru mendapat sebanyak 1400 orang penumpang, penurunannya sangat drastis, namun pihak Pelni tidak berkecil hati, karena setiap pelayaran selalu patuh dengan protokol kesehatan, sehingga penumpang dibatasi, “tandasnya. (LY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed