oleh

Teriakan Cacian dan Tak Adil Warnai Aksi Demo PKL Mardika dan Mahasiswa di Balkot

 Ambon, SP. Com. Kembali lagi Ratusan Pendemo asal Mardika melakukan demonstrasi didepan Balai Kota Ambon ,bersama Mahasiwa untuk melakukan Protes terhadap Kebijakan Perwali yang dinilai merugikan para Pedagang Kecil terkhususnya Para pedagang yang ada di Pasar Mardika.

Para Pendemo merasa bahwa kebijakan Walikota yang dituangkan dalam Perwali nomor 16 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) serta rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus dapat ditinjau ulang sehingga tidak lagi menyusahkan  Pedagang Kaki Lima disisi lain memberi kelonggaran bagi Pengusaha Besar.

“Aturan ini hanya berpihak kepada Pengusaha Besar. Alfamidi,Supermarket dan Indomaret sendangkan untuk katong PKL ini hanya sampai Jam 5  sore saja,”teriak salah satu Pedagang yang melakukan demo di depan Balai Kota.

Pendemo menggungkapkan didepan balai Kota Ambon (15/06/20) jam 12.30. Wit siang agar mereka tidak ingin dipindahkan di transit Passo yang adalah salah satu tempat relokasi yang telah disediakan Pemerintah Kota kepada PKL asal Mardika.

“Katong (Kita) tolak tegas rencana relokasi PKL yang berjualan sayur ke pasar transit Passo. Termasuk PKL (Pedagang Kaki Lima) di gedung putih tidak akan pindah ke Passo, apapun alasannya kami PKL akan lawan,” teriak pedagang yang ada di atas Oto Pick-up yang dipakai untuk berorasi

Mereka berujar jika ada 600 orang positif ,barulah mereka mau untuk melakukan penutupan dilokasi Pasar.

“Kalau 600 positif baru pemerintah kasih semua tutup seng apa-apa ini baru dua ratus saja pemerintah su bikin susah katong badagang deng aturan bodoh tu” teriak salah satu Ibu di depan kantor balai Kota Ambon

Dikatakan, mestinya pemerintah harus berpihak pada masyarakat kecil, bukan hanya untuk pengusaha besar. “Peraturan Walikota harusnya berpihak masyarakat. Tapi yang terjadi justru mengintimidasi masyarakat,” ungkapnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed