SUARAPAPARISA.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Kepala Sekolah Dasar (SD) Kristen Kwarbola, Desa Kwarbola, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, Ibu Ona. H. Karelau dikabarkan telah meninggalkan tempat tugas berbulan-bulan, karena diduga lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya di Pusat Kota Dobo, ketimbang menjalankan tugas muliahnya sebagai seorang tenaga pendidik.
Hal ini telah menjadi keluhan seluruh Masyarakat Desa Kwarbola yang menginginkan anak-anak mereka bisa mengenyam Pendidikan yang layak, sebagaimana anak-anak Indonesia lainnya.
Bahkan menurut Masyarakat setempat, dalam satu tahun, Kepsek Ona Karelau berada di tempat tugas mungkin hanya dua atau tiga kali saja, dan itupun hanya sebentara saja, jika memang ada kegiatan-kegiatan penting sekolah, seperti Ulangan atau Ujian.
“Antua datang itu kaya Burung Andarinyo colo panta, paling lama satu minggu, itu kalau ada ulangan atau ujian, tapi kalau seng berartinya hanya satu atau dua hari saja antua langsung balik ke Dobo lai dengan alasan Dinas ada panggil antua,” ujar salah satu Masyarakat Desa Kwarbola yang enggan namanya dikorankan.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Kwarbola Daud Risal Mangar, memintah kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segerah mengantikan Kepsek SD Kristen Kwarbola dengan Guru yang berkualitas dan setia dalam tugas.
“Saya harap Pemda Aru melalui Dinas Pendidikan bisa menyikapi kondisi ini dengan serius dan segerah mengantikan Kepala Sekolah Kwarbola dengan guru yang setia, berkualitas dan takut akan Tuhan, sebab jika tidak maka anak-anak saya di Desa Kwarbola yang akan jadi korban,’’ ujar Kades Kwarbola melaui pesan WhatsApp kepada Media Lintas Aru, Selasa (29/08/2023).
Kades mengaku sangat kecewa dengan sikap malas tugas yang ditunjukan Kepsek SD Kristen Kwarbola, sebab sejak awal dipindahtugaskan di satuan Pendidikan SD Kristen Kwarbola, Kades telah menaruh harapan bahwa Kepsek Ona Karelau yang nota bene anak asli Aru itu, bisa mampu membangun pendidikan di SD Kristen Kwarbola lebih baik lagi.
“Sebagai Kepala Desa, saya sangat kecewa dengan pelayanan pendidikan yang diterapkan Kepala Sekolah Dasar Kristen Kwarbola, padahal waktu itu saya berharap kedepannya Beliau sebagai anak negeri, pasti akan setia mengemban tugas yg telah diberikan Tuhan untuk memajukan Pendidikan di Desa Kwarbola, dengan membimbing anak-anak disana untuk menjadi pintar dan kedepannya dapat berbakti kepada nusa dan bangsa,’’ ungkap Kades dengan nada kecewa.
Kades Kwarbola bahkan bertanya, sebenarnya Kepsek Ona Karelau ditugaskan di satuan Pendidikan SD Kristen Kwarbola ataukah ditugaskan di salah satu sekolah di Pusat Kota Dobo, sebab yang bersangkut tiap saat berada di Pusat Kota Dobo.
“Ibu Kepsek ini tugasnya di Desa Kwarbola atau di Kota Dobo? Kok tiap harinya di Dobo,” tanya Kades, kesal.
Dalam penelusuran media ini di Desa Kwarbola beberapa waktu lalu, dari 3 orang guru yang bertugas di SD Kristen Kwarbola, yaitu Ibu Kepsek Ona. H. Karelau, Ibu Magdalena. E. Berhitu dan Ibu Yosina Mantaiborbir, hanya Ibu Magdalena. E. Berhitu yang saat ini sementara berada di tempat tugas dan menjalankan aktifitas belajar mengajar sendiri, sedangkan Kepsek dan Ibu Mantaiborbir lebih memilih tingal di Pusat Kota Dobo, belakangan baru diketahui dari masyarakat setempat bahwa awalnya Ibu Yosina Mantaiborbir betah di tempat tugas, namun karena adanya dugaan ketidakcocokan dengan Kepala Sekolah, akhirnya membuat Ibu Yosina Mantaiborbir juga tidak betah di tempat tugas.(NM)










Komentar