AMBON,Suarapaparisa.com,- TP-PKK Provinsi Maluku menggelar lomba festival Cipta Menu B2SA dan lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Maluku tahun 2023, dibawah sorotan tema “Karena semua anak di Maluku berharga” yang digelar di pelataran Warung Katong-Waihaong Ambon, Jumat (06/10/2023)
Perlombaan ini sebelumnya telah digelar pada setiap kabupaten/kota di Provinsi Maluku diteruskan ke tingkat Provinsi untuk nantinya disiapkan untuk berkompetisi pada tingkat Nasional nanti.
Dalam lomba ini 11 Kabupaten/kota menampilkan berbagai makanan cipta yang beragam, bergizi dan seimbang untuk dinilai oleh para dewan juri.
Ketua Panitia Pelaksana, Diana Padang dalam laporannya menjelaskan, guna memperkuat sistem ketahanan pangan nasional maka dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Maluku dan dinas ketahanan pangan provinsi Maluku bekerja sama dengan tim pengendara PKK provinsi Maluku menyelenggarakan kegiatan ini untuk generasi emas Maluku.
Disebutkan, kegiatan lomba masak serba ikan bertujuan untuk memperkenalkan ragam menu dan masakan berbahan baku ikan dalam mendukung pemanfaatan sumber daya ikan yang berkelanjutan dan untuk kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ikan lokal.
sedangkan tujuan festival Cipta menu B2SA berbasis pangan lokal bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK di dalam melakukan inovasi pengolahan dan penyajian pangan lokal bagi keluarga di 1000 hari pertama kehidupan secara tepat dan benar, dengan tetap memenuhi unsur beragam bergizi seimbang dan aman dan mendorong kemajuan pengolahan pangan lokal yang sehat enak dan aman bagi anak-anak.
Disebutkan, sasaran lomba masak serba ikan yaitu untuk edisi edukasi makan manfaat makanan ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak sekaligus diseminasi informasi keanekaragaman menu masakan keluarga berbahan baku ikan melalui dasawisma dan kepada masyarakat luas.
Sementara untuk festival Cipta manual B2SA memiliki sasaran yakni penguatan ketahanan dan menopang kemandirian pangan rumah tangga dan pengembangan inovasi pangan lokal.
Senada dengan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan ini bukan hanya seremonial tetapi memiliki tujuan yang posisltif dan baik bagi Maluku.
Dikatakan, selaku ketua Tim PKK dan Ketua Forikan Maluku mengapresiasi kegiatan ini
Semua ini adalah untuk kemaslahatan masyarakat Maluku.
Tambahnya, menu-menu yang dibuat juga adalah bagian dari cara untuk”Potong Pele Stunting” di Maluku karena memang Stunting di Maluku masih cukup tinggi, yang
mana pola asuh, pola makan, pengetahuan yang cukup minim dan malas masak inilah faktor yang ditemui saat berdiskusi dengan orang tua anak stunting.
“Jujur kondisi stunting di Maluku sangat memperihan yang mana di tahun 2018 angka stunting mencapai 34,1 persen namun di 4 tahun ini atas dukungan semua pihak turun, Alhamdulillah sudah turun drastis, diharapkan agar di tahun 2024 nanti sesuai arahan presiden harus turun di 14 persen, kita di Maluku tidak muluk-muluk lah turun menjadi 20 persen saja sudah cukup,” tutupnya. (Emly)










Komentar