SP.COM, DOBO, KEPULAUAN ARU — Narasi yang menyebut Kapolres Kepulauan Aru sengaja memelihara konflik di Kota Dobo dinilai merupakan tuduhan sepihak yang beredar di media sosial. Klaim tersebut muncul dari unggahan akun Facebook atas nama R-Fallenno Wamona dan langsung memicu beragam tanggapan dari warga.
Publik diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan menunggu hasil verifikasi serta proses hukum yang sah sebelum mempercayai informasi tersebut.
Kota Dobo memang sempat dilanda ketegangan antar kelompok warga. Pada awal Januari 2026, bentrokan antara warga Desa Apara dan Desa Longgar pecah dan menelan korban jiwa. Sebanyak dua warga meninggal dunia, 27 orang luka-luka, dan 26 rumah warga terbakar dalam insiden tersebut.
Bahkan sempat Konflik antar warga di Kepulauan Aru mendapat sorotan DPR RI yang kemudian mendesak evaluasi kinerja Polres agar deteksi dini konflik diperkuat.
Di tengah situasi tersebut, Polres Kepulauan Aru justru menunjukkan respons cepat di lapangan. Kapolres AKBP Albert Perwira Sihite memimpin langsung pengamanan serta mengerahkan personel gabungan dari Satreskrim, Intelkam, hingga Brimob ke lokasi kejadian guna mencegah terjadinya konflik susulan.
Tak hanya itu, Polres juga bergerak meredam ketegangan dengan menggelar doa bersama Pemerintah Daerah, TNI, dan pimpinan jemaat GPM Dobo di titik-titik bekas bentrokan Kampis dan Kampung trangan pada 6 Agustus 2026. Kapolres juga turun langsung menertibkan pertikaian antar pemuda di wilayah Sipur, Kelurahan Siwalima, serta membuka layanan pengaduan cepat melalui nomor 110 bagi masyarakat.
Sentuhan humanis juga diberikan, di mana Bhayangkari Cabang Aru menyalurkan bantuan pakaian layak pakai kepada warga yang terdampak konflik di Desa Apara dan Longgar.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah,” tegas Kapolres.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap tenang, bijak bermedia sosial, saring sharing dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.(*)










Komentar