oleh

Upacara HUT TNI Ke-78 di Aru Berlangsung Hikmah, Danlanal Bertindak Sebagai Irup

SUARAPAPARISA.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT-TNI) yang ke-78, Tahun 2023 di Kabupaten Kepulauan Aru berlangsung Hikmah.

Betindak selaku Inspektur upacara, Danlanal Kepulauan Aru Letkol laut (P) Prasetiyo Agus Hariadi SE. Tr Opsal, Perwira Upacara, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Inf Dody Masaoy, Komandan upacara, Danton III Kompi Senapan E 734/SNS Letda Inf fadli lisaholid dan Pengucapan Sapta Marga oleh Serda Midun Abdullah.

Upacara yang berlangsung di Lapangan Kompi Senapan E 734/SNS Dobo, Jln Dusun Belakang Wamar, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kamis (05/10/2023) itu, dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin sogalrey SE, Ketua DPRD Udin Belsigaway, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Dwi Bachtiar R.S.I.K, M.H, Kajari Kepulauwan Aru Mochamad Novel S.H.M.H, Kepala Pengadilan Negeri Kelas II Dobo Agus Sulistiyono, Plt. Sekda Kabupaten Kepulauan Aru Yoakob obyaan, S.Sos beserta jajaran, stakeholder terkait dan tamu undangan lainnya.

Panglima TNI Laksanama Yudo Margono dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Danlanal Aru mengatakan, TNI telah hadir dan menjalankan amanah sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 78 tahun. Berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dan tumpah darah telah berhasil diatasi dengan baik.
Berdasarkan hasil survei dari berbagai lembaga survei di tanah air, kata Yudo Margono, TNI telah mendapat tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi baik di dalam maupun di luar negeri.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI atas dedikasi, loyalitas dan profesionalisme yang telah ditunjukkan selama ini,’’ ucapnya.

Terlepas dari kepercayaan masyarakat dan prestasi yang telah diraih, Panglima TNI berpesan agar TNI tidak boleh terlena, karena beragam tantangan yang sedang dan akan di hadapi kedepannya tidaklah ringan, sebab setelah Pandemi Covid-19 mereda, dunia saat ini sedang berusaha memulihkan diri dari krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial.

Bukan hanya itu, situasi geopolitik dan ekonomi juga dipenuhi dengan ketidakpastian akibat konflik dan krisis di berbagai belahan dunia,’’ tambahnya.

Di lingkup nasional, beragam potensi ancaman juga semakin kompleks, untuk itu Yuno Margono berharap momentum ulang tahun ke-78 TNI, harus di jadikan sebagai bahan introspeksi untuk berbenah demi mewujudkan TNI yang profesional, modern dan tangguh.

Dijelaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 TNI pada tahun 2023 ini, mengusung tema “TNI PATRIOT NKRI, PENGAWAL DEMOKRASI UNTUK INDONESIA MAJU”, yang mengandung makna bahwa kekuatan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara, berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh komponen bangsa lainnya dalam mengawal demokrasi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, maju dan sejahtera.

“Tema ini kita angkat karena salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia dalam waktu dekat adalah pemilihan umum serentak tahun 2024. Dimana akan dilaksanakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota legislatif serta Pilkada serentak di 548 daerah, yaitu pada 38 Provinsi, 415 Kabupaten dan 98 Kota madya, yang modern dan mampu berperan aktif serta memiliki daya gentar tinggi di lingkungan strategis, regional maupun global,’’ terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan dan modernisasi kekuatan TNI saat ini tengah dilakukan secara bertahap. Hal tersebut akan terus dilaksanakan dalam rangka menjaga kesinambungan, sesuai dengan kemampuan negara.

TNI kata Beliau, harus terus melakukan adopsi, inovasi dan rekayasa teknologi mutakhir. Memberdayakan industri pertahanan global dengan memegang teguh semangat kemandirian melalui penguatan industri pertahanan dalam negeri, guna tercapainya postur TNI yang diharapkan.
Selain itu, penguatan budaya strategis prajurit TNI harus tetap menjadi pagar serta fondasi utama dalam pertahanan, yaitu TNI yang semakin profesional dan manunggal dengan rakyat sebagai bentuk perwujudan sistem.

Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima TNI menekankan lima hal penting, Pertama; tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME sebagai landasan mental pada setiap pelaksanaan tugas.

Kedua; pegang teguh amanat Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta jaga terus kemanunggalan dan kepercayaan rakyat kepada TNI.

Ketiga; laksanakan komitmen netralitas TNI, Ikuti peraturan, pedoman, dan perintah yang telah diberikan terkait cara bersikap dan bertindak dalam tahapan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Keempat; jalin komunikasi, kerjasama dan sinergitas dengan POLRI, kementerian/lembaga dan komponen bangsa yang lainnya demi tercapainya stabilitas keamanan nasional yang aman, damai dan sejuk.

Kelima; jaga nama baik TNI dimanapun berada, selalu ingat bahwa tindakan sekecil apapun akan berdampak pada institusi TNI secara umum.(NM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed